Rabu, 21 Oktober 2026 | 13:50
COMMUNITY

Kardinal Suharyo Sapa Prajurit di Lanal Balikpapan, Teguhkan Gereja yang Hadir dan Mendampingi

Kardinal Suharyo Sapa Prajurit di Lanal Balikpapan, Teguhkan Gereja yang Hadir dan Mendampingi
Kardinal Suharyo beserta pengurus OCI foto bersama Danlanal Balikpapan beserta jajaran (Dok OCI)

ASKARA - Di balik seragam, pangkat dan tanggung jawab menjaga keamanan negara, terdapat pribadi-pribadi yang juga membutuhkan sapaan, pendampingan dan penguatan dalam menjalani kehidupan serta panggilan pengabdiannya.

Pesan kemanusiaan itulah yang terasa dalam kunjungan pastoral Ignatius Kardinal Suharyo, Uskup bagi umat Katolik di lingkungan TNI dan Polri melalui Ordinariatus Castrensis Indonesia (OCI), ke Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu (21/10/2026).

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari rangkaian perjalanan pastoral Kardinal Suharyo di Balikpapan dan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Bukan sekadar kunjungan kedinasan, perjumpaan itu menjadi kesempatan untuk menyapa prajurit dan keluarga besar TNI Angkatan Laut sekaligus meneguhkan bahwa Gereja hadir di tengah umat dalam setiap ruang pengabdian.

Kardinal Suharyo didampingi Wakil Uskup OCI, Romo Kolonel (Purn.) Yos Bintoro, Pr., bersama sejumlah tokoh dan purnawirawan TNI-Polri. Rombongan antara lain terdiri dari Romo Letda Inf. Jimmy Yohanes Hyronimus, S.Fil.; Irjen Pol (Purn.) Heribertus Dahana; Marsda TNI (Purn.) A. Joko Takarianto; Laksda TNI (Purn.) A.R. Agus Santoso; Lettu Sus Marselinnus Yudhi; serta Dar Edi Yoga.

Kehadiran rombongan disambut hangat Komandan Lanal Balikpapan Kolonel Laut (P) Rudhiro Pratomo, S.A.P., beserta jajaran.

Bagi Rudhiro yang baru sekitar tiga bulan mengemban amanah sebagai Danlanal Balikpapan, kunjungan tersebut memiliki arti tersendiri. Ia menyampaikan terima kasih atas perhatian dan kehadiran Kardinal Suharyo beserta rombongan di tengah kesibukan tugas Lanal Balikpapan.

Suasana pertemuan berlangsung akrab. Di antara pembicaraan mengenai tugas dan pengabdian, terselip pesan bahwa kehidupan prajurit tidak hanya tentang kesiapan menjalankan tugas negara, tetapi juga menyangkut kehidupan iman, keluarga dan relasi kemanusiaan.

Dalam kesempatan tersebut, Kardinal Suharyo yang juga didampingi Vikjen Keuskupan Samarinda Moses Komela Avan, menjelaskan latar belakang kehadirannya di Balikpapan serta tugas pastoral yang diemban OCI.

Ia juga menjelaskan sejarah terbentuknya Keuskupan TNI dan Polri sebagai bagian dari perjalanan Gereja dalam memberikan pelayanan kepada umat Katolik yang bertugas di lingkungan pertahanan dan keamanan negara.

Bagi Kardinal Suharyo, umat Katolik di lingkungan TNI dan Polri memiliki dinamika kehidupan yang khas. Mobilitas penugasan, perpindahan tempat tugas hingga tuntutan profesionalitas membuat pelayanan pastoral perlu mampu menjangkau umat di mana pun mereka berada.

Karena itu, kehadiran Gereja bukan hanya ketika umat berada di gereja, tetapi juga ketika mereka menjalankan tugas, berada di satuan, tinggal bersama keluarga, maupun ketika harus berpindah mengikuti penugasan.

Dalam semangat tersebut, Kardinal Suharyo memperkenalkan website resmi OCI, "Keuskupan TNI dan Polri" https://keuskupantnidanpolri.org sebagai salah satu sarana untuk mendekatkan pelayanan kepada umat Katolik di lingkungan TNI dan Polri.

Kehadiran platform digital tersebut diharapkan memudahkan umat memperoleh informasi mengenai kegiatan, pelayanan pastoral dan berbagai hal yang berkaitan dengan kehidupan Gereja di lingkungan TNI dan Polri.

Sementara itu, Romo Yos Bintoro berbagi pengalaman mengenai pelayanan pastoral kepada umat Katolik di lingkungan TNI dan Polri, termasuk bagaimana teknologi dapat digunakan untuk membangun komunikasi dan menjaga kedekatan dengan umat.

Salah satu pendekatan yang dilakukan adalah menyapa umat melalui pertemuan virtual menggunakan Zoom.

Menurut Romo Yos, perkembangan teknologi memberikan kesempatan bagi Gereja untuk menembus jarak. Umat yang sedang bertugas jauh dari keluarga maupun komunitas Gereja tetap dapat disapa dan didampingi.

"Kita belajar bahwa jarak tidak boleh menjadi alasan untuk kehilangan sapaan. Melalui Zoom dan teknologi lainnya, kita bisa tetap hadir, mendengarkan, berbagi dan menguatkan umat yang sedang menjalankan tugas," ujar Romo Yos.

Ia mengatakan, pelayanan pastoral pada akhirnya bukan hanya mengenai seberapa banyak kegiatan yang dilakukan, melainkan seberapa jauh umat merasakan bahwa dirinya tidak berjalan sendirian.

"Di balik seragam dan pangkat, mereka adalah manusia yang memiliki keluarga, memiliki pergulatan dan memiliki kerinduan untuk dekat dengan Tuhan. Gereja hadir untuk menemani perjalanan itu," katanya.

Kunjungan Kardinal Suharyo ke Lanal Balikpapan pun menjadi sebuah perjumpaan sederhana yang memiliki makna mendalam.

Seorang pemimpin Gereja datang menyapa prajurit yang sehari-hari menjalankan tugas menjaga perairan dan kepentingan negara. Tidak ada jarak antara pangkat dan jabatan ketika perjumpaan itu ditempatkan dalam semangat persaudaraan.

Di tengah kesibukan tugas negara, sapaan pastoral menjadi pengingat bahwa pengabdian juga membutuhkan kekuatan batin.

Dan bagi Gereja, hadir di tengah umat berarti bersedia berjalan bersama mereka, mendengarkan ketika lelah, menguatkan ketika menghadapi tantangan, serta mengingatkan bahwa setiap bentuk pengabdian, sekecil apa pun, dapat menjadi bagian dari pelayanan kepada bangsa dan sesama.

Kunjungan di Lanal Balikpapan akhirnya bukan sekadar catatan perjalanan pastoral Kardinal Suharyo di Kalimantan Timur. Ia menjadi gambaran kecil tentang wajah Gereja yang ingin terus mendekat kepada umat: hadir, menyapa, mendengarkan dan mendampingi.

 

Editor: Dar Edi Yoga