Rabu, 21 Oktober 2026 | 06:59
COMMUNITY

Plt Kajati Sulut Tegaskan Pelantikan Srikandi Jaga Desa Bukan Sekadar Seremoni

Plt Kajati Sulut Tegaskan Pelantikan Srikandi Jaga Desa Bukan Sekadar Seremoni
Plt Kajati Sulut ketika melantik Srikandi Jaga Desa (Dok Chan)

ASKARA - Pelantikan pengurus Srikandi Jaga Desa dan ASLINMAS Kota Kotamobagu periode 2026–2031 diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni organisasi. Momentum tersebut harus menjadi awal pengabdian nyata dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Penegasan itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kajati Sulut), Dr. Ferrytass H. Dt. Toembidjo, saat melantik dan mengukuhkan pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Srikandi Jaga Desa dan DPC ASLINMAS Kota Kotamobagu di Aula Kantor Wali Kota Kotamobagu, Selasa (20/10/2026).

Ferrytass meminta jajaran pengurus yang baru dilantik segera menyusun program kerja yang terukur, memperkuat konsolidasi internal, serta menjalankan amanah dengan integritas dan penuh tanggung jawab.

Menurutnya, organisasi akan memiliki arti apabila kehadirannya mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Karena itu, setiap program harus disusun berdasarkan persoalan nyata di lapangan dan dilaksanakan sesuai tugas serta kewenangan organisasi.

“Jangan hanya menjadi acara seremoni belaka, tetapi harus menjadi momentum untuk mewujudkan pengabdian kepada masyarakat,” tegas Ferrytass.

Keanggotaan ASLINMAS Harus Tertata

Dalam kesempatan tersebut, Ferrytass juga memberikan perhatian khusus terhadap penguatan keanggotaan ASLINMAS melalui pendataan berbasis aplikasi resmi organisasi.

Berdasarkan data per 19 Oktober 2026, jumlah anggota ASLINMAS yang tercatat di Sulawesi Utara mencapai 1.127 orang.

Ferrytass meminta pengurus ASLINMAS Kota Kotamobagu segera melakukan konsolidasi internal, sosialisasi, serta pendampingan pendaftaran anggota hingga tingkat kecamatan dan kelurahan.

Seluruh anggota yang telah bergabung, katanya, harus dipastikan masuk dalam sistem aplikasi. Data juga perlu diperbarui secara berkala agar perkembangan organisasi dapat dipantau dengan baik.

“Perkembangan keanggotaan akan dipantau secara berkelanjutan. Karena itu, pengurus harus mampu menunjukkan kemajuan setiap pekan, baik dari sisi penambahan anggota maupun kelengkapan administrasi,” ujarnya.

Srikandi Jaga Desa Sulut Peringkat Pertama Nasional

Ferrytass juga memaparkan capaian organisasi di Sulawesi Utara. APEKNAS BPJS Desa Sulawesi Utara saat ini disebut menempati peringkat kedua secara nasional dengan total 32.778 anggota, yang terdiri atas anggota BPD aktif, simpatisan, dan aktivis.

Sementara itu, Srikandi Jaga Desa Sulawesi Utara berada di posisi pertama nasional dengan jumlah anggota mencapai 19.141 orang.

Capaian tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi angka statistik, tetapi menjadi modal untuk memperkuat kontribusi organisasi di tengah masyarakat.

Ferrytass meminta kepengurusan di Kota Kotamobagu ikut mempertahankan sekaligus meningkatkan capaian tersebut dengan menetapkan target yang realistis, membangun pendekatan persuasif, serta memastikan seluruh data keanggotaan valid dan dapat dipertanggungjawabkan.

Penguatan Kesadaran Hukum

Selain penguatan organisasi, Ferrytass menekankan pentingnya kesadaran hukum dalam setiap aktivitas yang dilakukan pengurus dan anggota.

Melalui program Jaksa Garda Desa (Jaga Desa), Kejaksaan terus mendorong upaya pencegahan penyimpangan sekaligus memperkuat tata kelola pemerintahan desa maupun kelurahan.

Karena itu, seluruh pengurus diminta memahami ketentuan yang berlaku, menjalankan kegiatan secara transparan, serta mampu mempertanggungjawabkan setiap amanah organisasi.

“Jangan sampai organisasi justru menjadi sumber persoalan. Pahami aturan, kelola kegiatan secara transparan dan pertanggungjawabkan setiap amanah dengan baik,” pesan Ferrytass.

Perempuan Didorong Aktif dalam Pemberdayaan

Ferrytass juga mendorong Srikandi Jaga Desa mengambil peran lebih besar dalam pemberdayaan masyarakat, ketahanan keluarga, dan pembangunan daerah.

Peran perempuan, menurutnya, tidak hanya penting dalam lingkup keluarga, tetapi juga memiliki posisi strategis dalam mendorong perubahan sosial dan pemberdayaan masyarakat.

Sementara organisasi yang berkaitan dengan kelembagaan desa diharapkan turut berkontribusi meningkatkan kapasitas Badan Permusyawaratan Desa (BPD) agar mampu menjalankan fungsi dan tanggung jawabnya secara optimal.

Sinergi juga menjadi kunci. Ferrytass meminta organisasi membangun komunikasi dan kerja sama yang kuat dengan pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, desa, kelurahan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Dengan koordinasi yang baik, program organisasi diharapkan tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi dapat menjadi bagian dari upaya bersama membangun masyarakat.

Ferrytass juga mengingatkan seluruh pengurus untuk menjaga nama baik organisasi, menata administrasi secara tertib, serta menempatkan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.

Kepengurusan baru Srikandi Jaga Desa dan ASLINMAS Kota Kotamobagu diharapkan mampu tumbuh menjadi organisasi yang aktif, tertata, berintegritas, dan dipercaya masyarakat.

Sebab, ukuran keberhasilan sebuah organisasi bukan hanya dilihat dari meriahnya pelantikan atau banyaknya anggota, tetapi dari seberapa nyata keberadaannya dirasakan masyarakat dalam mendukung pembangunan, pemberdayaan, dan tata kelola pemerintahan yang lebih baik.

 

Editor: Caecilia Eersta