ASKARA - Membangun Indonesia sebagai negara maritim tidak cukup hanya dengan memperkuat armada dan menjaga wilayah laut. Kesadaran mencintai laut juga perlu ditanamkan sejak dini melalui pendidikan, keterampilan, dan pembentukan karakter generasi muda.
Semangat itulah yang melandasi penyelenggaraan Kursus Instruktur Satuan Karya Pramuka Bahari (Saka Bahari) Tahun Anggaran 2026 yang secara resmi dibuka Komandan Pusat Teritorial TNI Angkatan Laut (Danpusteral) Kolonel Laut (P) Dr. Rully Riono, M.Tr.Opsla, di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur, Senin (19/10/2026).
Kursus yang diselenggarakan Pusat Teritorial TNI Angkatan Laut (Pusteral) ini menjadi bagian dari upaya menyiapkan instruktur yang kompeten dalam membina generasi muda. Melalui Saka Bahari, para peserta didik diharapkan tidak hanya mengenal dunia kelautan, tetapi juga tumbuh dengan karakter disiplin, mandiri, berjiwa kebangsaan, dan peduli terhadap lingkungan laut.
Sebanyak 60 prajurit TNI Angkatan Laut dari Satuan Komando Kewilayahan (Satkowil) dan Satuan Nonkomando Kewilayahan (Satnonkowil) mengikuti kursus yang berlangsung selama 10 hari tersebut.
Penyelenggaraan kursus ini bersinergi dengan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka melalui Pusat Pendidikan dan Pelatihan Nasional (Pusdiklatnas), khususnya dalam pengembangan pendidikan kepramukaan dan pembinaan kursus kesakaan.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat kualitas instruktur sekaligus menjaga keberlanjutan pembinaan Saka Bahari di berbagai daerah Indonesia.
Selama pelatihan, para peserta mendapatkan pembekalan pengetahuan dasar kepramukaan, pengenalan Saka Bahari, keterampilan teknis kebaharian sesuai krida, manajemen pelatihan, serta teknik mengajar dan membina peserta didik.
Proses pembelajaran tidak hanya mengandalkan teori. Melalui pendekatan learning by doing atau belajar sambil melakukan, peserta mengikuti diskusi, dinamika kelompok, studi kasus, simulasi, hingga praktik lapangan.
Metode tersebut dirancang agar para prajurit mampu menjadi instruktur yang tidak sekadar menguasai materi, tetapi juga dapat menyampaikan pengetahuan secara menarik, membimbing peserta didik, serta mengevaluasi kegiatan pembinaan secara efektif.
Peran instruktur menjadi penting karena merekalah yang akan berinteraksi langsung dengan generasi muda di berbagai wilayah. Melalui pembinaan yang tepat, pengenalan dunia bahari dapat menjadi pengalaman yang menumbuhkan rasa ingin tahu, keberanian, tanggung jawab, dan kebanggaan terhadap potensi kelautan Indonesia.
Bagi TNI Angkatan Laut, pembinaan Saka Bahari juga berkaitan dengan pelaksanaan fungsi teknis teritorial dalam mendukung pemberdayaan wilayah pertahanan laut. Kehadiran instruktur yang kompeten diharapkan dapat memperluas wawasan maritim masyarakat sekaligus mendorong partisipasi generasi muda dalam menjaga kelestarian laut.
Upacara pembukaan kursus turut dihadiri unsur pimpinan dan pejabat TNI Angkatan Laut, perwakilan Pusdiklatnas Gerakan Pramuka, serta unsur Majelis Pembimbing dan Pimpinan Saka Bahari Nasional.
Melalui Kursus Instruktur Saka Bahari TA 2026, Pusteral berupaya memperkuat pembinaan generasi muda secara profesional dan berkelanjutan. Sebab, masa depan Indonesia sebagai negara kepulauan tidak hanya ditentukan oleh kekayaan lautnya, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang mengenal, mencintai, dan bersedia menjaga laut untuk generasi mendatang.