Minggu, 18 Oktober 2026 | 20:51
COMMUNITY

Milad ke-3 Simamaung, Silat Betawi Terus Digaungkan

Milad ke-3 Simamaung, Silat Betawi Terus Digaungkan
Milad ke-3 Simamaung (Dok Simamung)

ASKARA  Pelestarian budaya Betawi terus digaungkan melalui seni bela diri pencak silat. Hal itu terlihat dalam perayaan Milad ke-3 Padepokan Silat Simamaung Cabang Desa Muara Bakti yang menghadirkan ratusan pendekar dari berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak hingga dewasa, di Halaman Kantor Desa Muara Bakti, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Sabtu (17/10/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antarperguruan sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap warisan budaya bangsa. 
Sejumlah cabang Padepokan Simamaung dari wilayah Jabodetabek turut ambil bagian dengan menampilkan kemampuan dan keterampilan pencak silat secara bergiliran.

Suasana acara semakin semarak dengan penampilan beragam kesenian, mulai dari tari-tarian daerah hingga drama kolosal. Pertunjukan tersebut menunjukkan bahwa pembinaan di padepokan tidak hanya berorientasi pada kemampuan bela diri, tetapi juga menjadi ruang bagi para santri untuk mengenal dan mengembangkan seni budaya tradisional.

Guru Besar Padepokan Simamaung, Tubagus Lukman Hasan, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh santri, santriwati, serta para orang tua yang telah memberikan dukungan terhadap kegiatan pelestarian budaya tersebut.

Ia menegaskan bahwa pendidikan di Padepokan Simamaung menempatkan adab sebagai bagian penting dalam pembentukan karakter murid. Selain berlatih silat, para santri juga diwajibkan untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

Tubagus Lukman secara khusus memberikan apresiasi kepada Baba Ncik selaku Pimpinan Padepokan Simamaung Cabang Muara Bakti. Ia menilai komitmen dan keistiqamahan Baba Ncik menjadi bagian penting dalam mempertahankan eksistensi budaya di tengah masyarakat.

“Apresiasi sebesar-besarnya kepada Baba Ncik sebagai Pimpinan Padepokan Simamaung Cabang Muara Bakti, sangat istiqamah berjuang mempertahankan budaya,” ungkap Tubagus Lukman.

Menurutnya, perkembangan zaman membawa tantangan tersendiri bagi keberlangsungan budaya tradisional. Karena itu, diperlukan semangat dan keterlibatan semua pihak agar seni bela diri serta kesenian daerah tidak semakin tergerus oleh perubahan zaman.

“Ayo kita semua mencintai budaya negeri ini,” tegasnya.

Sementara itu, Pimpinan Padepokan Silat Simamaung Cabang Muara Bakti, Baba Ncik, mengungkapkan rasa syukur kepada Allah SWT atas kelancaran penyelenggaraan Milad ke-3 tersebut.

Ia mengaku bangga melihat penampilan dan antusiasme para santri, khususnya anak-anak usia dini yang ikut menunjukkan kemampuan mereka dalam rangkaian acara tersebut.

“Alhamdulillah acara berjalan lancar, terima kasih kepada seluruh orangtua santri, serta para pengurus yang telah berjuang menyelenggarakan acara ini,” ujar Baba Ncik.

Baba Ncik juga menyoroti pentingnya pendekatan yang tepat dalam menanamkan kecintaan terhadap budaya kepada generasi muda. Menurutnya, para santri perlu diberikan pemahaman secara baik dan bertahap agar mereka merasa nyaman mengikuti proses pembinaan hingga tumbuh rasa bangga terhadap budaya sendiri.

Melalui peringatan Milad ke-3 ini, Padepokan Silat Simamaung Cabang Muara Bakti diharapkan terus menjadi wadah pembinaan generasi muda yang tidak hanya terampil dalam pencak silat, tetapi juga memiliki adab, ketakwaan, serta kepedulian terhadap pelestarian budaya Betawi.

 

Editor: Caecilia Eersta