Minggu, 18 Oktober 2026 | 10:56
NEWS

Tujuh Bulan Diburu, Dua Senjata Yonif 9 Marinir Berhasil Diamankan

Tujuh Bulan Diburu, Dua Senjata Yonif 9 Marinir Berhasil Diamankan
Pencarian terhadap dua senjata organik milik Yonif 9 Marinir yang dirampas dalam penyerangan pos satuan di wilayah Sory, Kabupaten Maybrat berhasil ditrmukan (Dok Puspen TNI)

ASKARA - Pencarian terhadap dua senjata organik milik Yonif 9 Marinir yang dirampas dalam penyerangan pos satuan di wilayah Sory, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, pada Maret 2026 akhirnya dituntaskan.

Komando Operasi (Koops) TNI Habema menyatakan dua senjata tersebut berhasil diamankan kembali setelah hampir tujuh bulan berada dalam penguasaan kelompok bersenjata yang disebut sebagai OPM Kodap IV/Sorong Raya pimpinan Manfred Fatem.

Dua senjata yang ditemukan masing-masing berjenis Caracal dan K3 Daewoo. Senjata Caracal berhasil diamankan pada Jumat (16/10/2026), sementara K3 Daewoo ditemukan sehari berikutnya, Sabtu (17/10/2026).

Dengan ditemukannya kedua senjata tersebut, Koops TNI Habema menyatakan seluruh senjata organik yang menjadi sasaran pencarian dalam perkara tersebut telah berhasil diamankan.

Operasi pencarian dilakukan melalui operasi gabungan yang melibatkan Satgas Yonif 9 Marinir, Denkul 4/Rajawali V dari Satgas Yonif 411/Pandawa Kostrad, serta Satgas Kewilayahan Yonif 764/IB.

Sejumlah Barang Bukti Diamankan

Dalam pelaksanaan Operasi Badai Kasuari 3.12, tim gabungan juga mengamankan sejumlah barang yang disebut berkaitan dengan operasi tersebut.

Barang yang diamankan antara lain satu pucuk senjata api rakitan campuran, 19 butir amunisi kaliber 5,56 milimeter, tiga magazen, alat bidik, serta sejumlah perlengkapan lainnya.

Menurut Koops TNI Habema, pengamanan senjata dan amunisi tersebut merupakan bagian dari upaya mengurangi potensi penyalahgunaan yang dapat mengancam keselamatan masyarakat maupun aparat keamanan.

Keberhasilan pencarian juga disebut tidak terlepas dari koordinasi antarsatuan dalam menindaklanjuti peristiwa perampasan senjata yang terjadi pada Maret lalu.

Pangkoops Apresiasi Prajurit

Pangkoops TNI Habema Brigjen TNI Riyanto mengapresiasi personel yang terlibat dalam pencarian hingga berhasil menemukan kembali kedua senjata organik tersebut.

“Dua senjata organik yang dirampas kelompok Manfred Fatem akhirnya berhasil kita ambil kembali seluruhnya. Ini merupakan bukti kesungguhan, kerja keras, dan tanggung jawab prajurit dalam menuntaskan tugas,” kata Riyanto.

Menurutnya, keberhasilan tersebut bukan semata berkaitan dengan pengembalian aset persenjataan satuan, tetapi juga upaya mencegah senjata tersebut digunakan dalam aksi kekerasan.

Riyanto menegaskan, penanganan terhadap ancaman bersenjata akan dilakukan secara selektif, terukur, profesional, dan sesuai ketentuan hukum.

“Setiap senjata yang berhasil diamankan berarti berkurangnya potensi ancaman terhadap keselamatan manusia,” ujarnya.

Di sisi lain, ia menegaskan bahwa pendekatan damai tetap terbuka bagi pihak-pihak yang ingin meninggalkan kekerasan.

Keamanan Berjalan Bersama Pendekatan Kemanusiaan

Koops TNI Habema menyatakan operasi pengamanan di Papua Barat Daya tidak hanya diarahkan pada penanganan ancaman bersenjata, tetapi juga dibarengi pendekatan teritorial dan kemanusiaan.

Pendekatan tersebut diarahkan untuk menciptakan kondisi keamanan yang memungkinkan masyarakat menjalankan aktivitas sehari-hari secara normal.

Keberhasilan mengamankan kembali dua senjata organik Yonif 9 Marinir sekaligus menandai berakhirnya pencarian terhadap persenjataan yang dirampas pada Maret 2026.

TNI menegaskan akan terus menjaga keamanan wilayah dengan mengedepankan profesionalisme dan ketentuan hukum, sembari membuka ruang bagi pihak yang memilih meninggalkan kekerasan dan menempuh jalan damai.

 

Editor: Caecilia Eersta