ASKARA - Ratu Thailand Suthida Bajrasudhabimalalakshana menjadi sorotan setelah berhasil menerbangkan jet tempur Saab JAS 39C Gripen seorang diri untuk pertama kalinya. Momen yang berlangsung pada 8 Oktober 2026 itu disaksikan langsung oleh Raja Maha Vajiralongkorn di Pangkalan Angkatan Udara Kerajaan Thailand, Wing 7, Provinsi Surat Thani.
Kisah penerbangan sang ratu kembali menarik perhatian publik setelah video dan unggahan terkait aktivitasnya beredar di media sosial TikTok @storymyqueen, Rabu (14/10/2026).
Dalam rangkaian kegiatan itu, Raja Maha Vajiralongkorn mendampingi Ratu Suthida hingga area pesawat tempur sebelum sang ratu menjalani penerbangannya. Kehadiran raja menjadi bagian dari momen penting ketika Suthida memulai penerbangan solo menggunakan pesawat tempur tersebut.
Menurut laporan media Thailand, Ratu Suthida menjalani pemeriksaan pesawat dan persiapan penerbangan sebelum lepas landas. Ia kemudian menerbangkan Gripen satu kursi selama sekitar 41 menit sebelum kembali mendarat dengan selamat.
Penerbangan tersebut disebut sebagai penerbangan solo pertama seorang perempuan Thailand menggunakan jet tempur Gripen. Pencapaian itu juga menandai tahap baru dalam pelatihan penerbangan militer yang dijalani sang ratu.
Usai penerbangan, Raja Maha Vajiralongkorn menyambut Ratu Suthida dengan buket bunga dan menyematkan lencana emas Gripen Order. Momen tersebut menjadi bagian dari apresiasi atas keberhasilan sang ratu menyelesaikan penerbangan solo.
Kemampuan Ratu Suthida di bidang penerbangan bukan hal baru. Pemerintah Thailand menyebut ia telah mengikuti berbagai pelatihan penerbangan di dalam maupun luar negeri dan memiliki pengalaman sebagai kopilot pesawat kerajaan dalam sejumlah perjalanan resmi bersama raja.
Sebelum menerbangkan Gripen seorang diri, Suthida juga menjalani pelatihan khusus, termasuk pembelajaran teori, simulasi, dan penerbangan menggunakan pesawat Gripen dua kursi bersama instruktur.
Peristiwa ini memperlihatkan sisi lain kehidupan keluarga kerajaan Thailand. Di balik tugas-tugas kenegaraan, Ratu Suthida juga menjalani pelatihan teknis yang menuntut kedisiplinan, kesiapan, dan keterampilan tinggi.
Kisah penerbangan tersebut kini menjadi bahan perhatian di media sosial, terutama karena memperlihatkan seorang ratu yang tidak hanya hadir dalam seremoni kerajaan, tetapi juga terlibat langsung dalam dunia penerbangan militer.