Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:17
MILITER

Hari Ini TNI AL Himbau Nelayan Menjauh di Teluk Semangka, Ada Apa?

Hari Ini TNI AL Himbau Nelayan Menjauh di Teluk Semangka, Ada Apa?
TNI Angkatan Laut (TNI AL) akan melaksanakan uji penembakan langsung atau live firing test meriam kaliber 76 mm dan 40 mm yang terpasang pada KRI Raja Haji Fisabilillah (Dok Dispenal)

ASKARA - TNI Angkatan Laut (TNI AL) akan melaksanakan uji penembakan langsung atau live firing test meriam kaliber 76 mm dan 40 mm yang terpasang pada KRI Raja Haji Fisabilillah-391 di perairan Teluk Semangka, Lampung, pada 14–15 Oktober 2026.

Pengujian ini menjadi bagian penting dari rangkaian pemeriksaan sistem persenjataan kapal perang jenis Offshore Patrol Vessel (OPV) sepanjang 90 meter tersebut, sebelum kapal menyelesaikan tahapan integrasi akhir dan sertifikasi kesiapan tempur.

Selama kegiatan berlangsung, nelayan dan masyarakat maritim di sekitar Teluk Semangka diimbau untuk tidak mendekati area latihan demi menjaga keselamatan bersama.

Komandan Satuan Tugas Fitted For But Not With (Satgas FFBNW) OPV, Kolonel Laut (E) Teguh Rumiyarto, S.T., M.Cap.Mgt., menyampaikan imbauan agar masyarakat memperhatikan pemberitahuan resmi dan menjauhi lokasi penembakan sesuai ketentuan yang ditetapkan.

Uji tembak tersebut dijadwalkan berlangsung selama dua hari, Rabu dan Kamis, berdasarkan pemberitahuan Badan Logistik Pertahanan Kementerian Pertahanan melalui Satgas FFBNW OPV.

Meriam buatan Leonardo dengan kaliber 76 mm dan 40 mm akan diuji untuk memastikan sistem persenjataan dapat berfungsi sesuai persyaratan teknis. Pengujian ini juga menjadi salah satu tahapan untuk memastikan kesiapan operasional kapal perang dalam mendukung tugas TNI AL.

Bagi masyarakat pesisir, terutama nelayan yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas melaut, informasi mengenai jadwal dan area latihan menjadi penting agar kegiatan penangkapan ikan dapat disesuaikan dengan kondisi keamanan di perairan.

Karena itu, nelayan diharapkan mengutamakan keselamatan, mengikuti arahan petugas, serta tidak memasuki zona latihan selama uji tembak berlangsung.

Dua kapal OPV memasuki tahap akhir

Selain KRI Raja Haji Fisabilillah-391, kapal OPV kedua, KRI Lukas Rumkorem-392, juga telah menyelesaikan rangkaian utama Sea Acceptance Test (SAT) di perairan Lampung. Keduanya kini disebut berada dalam tahapan integrasi akhir dan proses sertifikasi kelayakan tempur.

Uji penembakan langsung pada KRI Raja Haji Fisabilillah menjadi bagian dari proses untuk memastikan sistem persenjataan terintegrasi dengan baik pada kapal. Tahapan ini diperlukan sebelum kapal dinyatakan memenuhi persyaratan kesiapan operasional sesuai ketentuan yang berlaku.

Dengan pengujian tersebut, TNI AL melanjutkan proses penyiapan kapal OPV untuk memperkuat kemampuan pengawasan dan pengamanan wilayah perairan Indonesia.

Di tengah kegiatan pengujian alutsista, keselamatan masyarakat maritim tetap menjadi perhatian. Nelayan dan pengguna laut lainnya diharapkan memperoleh informasi resmi mengenai batas area latihan, sehingga aktivitas di perairan Teluk Semangka dapat berlangsung dengan aman tanpa mengganggu pelaksanaan uji tembak.

 

Editor: Dar Edi Yoga