Selasa, 13 Oktober 2026 | 02:45
COMMUNITY

GOW Cianjur Dorong Perempuan Lebih Berani Ambil Peran dalam Politik

GOW Cianjur Dorong Perempuan Lebih Berani Ambil Peran dalam Politik
Kegiatan Pendidikan Politik untuk Perempuan yang diikuti Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Cianjur, Senin (12/10/2026). (Dok Andri)

ASKARA - Perempuan tidak cukup hanya menjadi penonton dalam proses politik. Mereka perlu memahami haknya, berani menyampaikan aspirasi, serta mengambil bagian dalam pengambilan keputusan yang menentukan masa depan masyarakat. Semangat inilah yang mengemuka dalam kegiatan Pendidikan Politik untuk Perempuan yang diikuti Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Cianjur, Senin (12/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Balerancage, Kelurahan Pamoyanan, Kecamatan Cianjur, Jawa Barat, tersebut diikuti perwakilan dari 85 organisasi yang tergabung dalam GOW Kabupaten Cianjur. Sejumlah tokoh perempuan, anggota DPR RI Komisi IX Fraksi Demokrat dr. Celica Nurrachadian, M.K.Kes., anggota DPRD Kabupaten Cianjur, serta tamu undangan lainnya turut hadir.

Forum ini menjadi ruang bagi perempuan untuk memperluas wawasan politik sekaligus membangun keberanian agar lebih aktif berkontribusi, baik di lingkungan keluarga, masyarakat, maupun pemerintahan.

Sekretaris GOW Kabupaten Cianjur, Hj. Pipih, menegaskan bahwa perempuan memiliki peran penting dalam kehidupan politik dan pembangunan daerah. Menurutnya, keterlibatan perempuan tidak seharusnya berhenti pada penggunaan hak pilih saat pemilu, tetapi juga diwujudkan melalui partisipasi dalam proses pengambilan kebijakan.

“Perempuan di Cianjur harus ikut ambil bagian dalam ranah politik. Saat ini sudah banyak perempuan yang menjadi tokoh politik. Bahkan, Ketua DPRD Kabupaten Cianjur juga perempuan,” ujarnya.

Ia menilai, kehadiran perempuan dalam lembaga politik menjadi bukti bahwa perempuan memiliki kesempatan untuk berkontribusi dalam menentukan arah pembangunan. Keterwakilan tersebut perlu terus diperkuat agar aspirasi dan kebutuhan perempuan dapat diperhatikan dalam berbagai kebijakan publik.

Dalam kegiatan itu, peserta juga mendapatkan kesempatan untuk berdiskusi mengenai tantangan yang dihadapi perempuan ketika terlibat dalam politik, termasuk bagaimana membangun kepercayaan diri, memahami fungsi kelembagaan, dan memperjuangkan aspirasi masyarakat secara bertanggung jawab.

Suasana diskusi berlangsung hangat. Para peserta antusias mengajukan pertanyaan dan menyampaikan pandangan mengenai keterlibatan perempuan di berbagai tingkatan pemerintahan, mulai dari desa hingga kabupaten.

Salah satu perhatian yang mengemuka adalah pentingnya memperkuat peran perempuan dalam Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Keterlibatan perempuan di lembaga tersebut dinilai strategis karena mereka berhadapan langsung dengan persoalan dan kebutuhan masyarakat di tingkat desa.

Dalam kesempatan itu, dr. Celica Nurrachadian berharap keterwakilan perempuan sebesar 30 persen dapat menjadi perhatian dalam pengisian keanggotaan BPD. Ia juga mendorong perempuan yang telah dipercaya menjadi anggota BPD agar memahami dan menjalankan tugas pokok serta fungsinya dengan baik.

Menurutnya, kehadiran perempuan dalam lembaga perwakilan harus diikuti kemampuan menyerap aspirasi, menyuarakan kepentingan masyarakat, dan berperan aktif dalam mengawal pembangunan.

Pendidikan politik ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi langkah awal untuk meningkatkan kapasitas perempuan di Kabupaten Cianjur. Pemahaman politik yang baik dapat membantu perempuan mengambil keputusan secara bijak, mengenali hak-haknya, serta berpartisipasi dalam kehidupan demokrasi.

Melalui kegiatan tersebut, GOW Kabupaten Cianjur bersama berbagai organisasi perempuan diharapkan terus membangun ruang belajar dan kolaborasi agar semakin banyak perempuan berani tampil, menyampaikan gagasan, dan mengambil tanggung jawab dalam pembangunan daerah.

Sebab, semakin luas keterlibatan perempuan dalam politik, semakin besar pula kesempatan bagi beragam aspirasi masyarakat untuk didengar dan dipertimbangkan dalam proses pengambilan keputusan.

 

Editor: Caecilia Eersta