ASKARA - Kebutuhan air bersih masyarakat di wilayah kepulauan menjadi salah satu perhatian dalam rapat gabungan pengurus Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS), ASLINMAS, dan Srikandi Jaga Desa bersama Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara, Dr. H. Ferrytass, S.H., M.Hum., M.Si., Dt. Toembidjo.
Dalam pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Plt. Kajati Sulawesi Utara itu, para peserta membahas rencana aksi sosial berupa penyaluran air bersih bagi masyarakat di pulau-pulau kawasan Bunaken.
Rencana tersebut menjadi salah satu agenda yang diharapkan dapat menghadirkan manfaat nyata bagi warga, terutama masyarakat kepulauan yang membutuhkan akses air bersih. Melalui kegiatan sosial ini, organisasi berupaya membuka ruang kontribusi yang menyentuh langsung kehidupan sehari-hari masyarakat.
Selain membahas aksi sosial, rapat juga mematangkan persiapan pengukuhan organisasi di Kota Manado. Koordinasi antarpengurus menjadi perhatian agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan tertib, terarah, dan sesuai rencana.
Pertemuan ini sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi dan membangun kerja sama ant organisasi, sehingga agenda yang disusun tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi juga dapat berlanjut dalam program yang bermanfaat bagi masyarakat.
Rapat dihadiri sejumlah perwakilan pengurus ABPEDNAS, yakni Ir. Stefanus BAN Liow, M.A.P., Jackried Kanselir Maluenseng, Noldy Kentjem, S.E., S.H., Romel Sondakh, dan Dr. Oske Kaligis, S.H., M.M.
Turut hadir perwakilan Srikandi Jaga Desa, Gresty Masi, S.Kep., Nova Palit, dan Dr. Shirley Goni, M.Si., serta perwakilan ASLINMAS, Franklyn Tamara, S.H., dan Kicky Wangkar.
Sejumlah personel dari Tim Intelijen Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara dan Kejaksaan Negeri Manado juga hadir untuk mendukung koordinasi sesuai tugas dan peran masing-masing.
Melalui pertemuan tersebut, para pihak berharap persiapan pengukuhan organisasi dan rencana aksi sosial dapat berjalan dengan baik. Sinergi yang terbangun diharapkan menjadi modal untuk menghadirkan program yang berkelanjutan, khususnya kegiatan yang menjawab kebutuhan masyarakat di Sulawesi Utara.
Pada akhirnya, keberhasilan organisasi tidak hanya diukur dari terlaksananya agenda dan pengukuhan pengurus, tetapi juga dari manfaat yang dapat dirasakan masyarakat, termasuk melalui upaya membantu memenuhi kebutuhan dasar seperti air bersih.