Minggu, 11 Oktober 2026 | 11:00
NEWS

Ferrytass Official Diluncurkan, Jembatani Pengabdian, Adat Minangkabau, dan Era Digital

Ferrytass Official Diluncurkan, Jembatani Pengabdian, Adat Minangkabau, dan Era Digital
Peluncuran Ferrytass Official, platform publikasi digital yang diperkenalkan Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara, Dr. Ferrytass, S.H., M.Hum., Dt. Toembidjo, (Dok Ferry)

ASKARA - Teknologi digital membuka ruang baru bagi seseorang untuk mendokumentasikan perjalanan pengabdian, membagikan pemikiran, sekaligus merawat nilai-nilai budaya. Semangat itulah yang melatarbelakangi peluncuran Ferrytass Official, platform publikasi digital yang diperkenalkan Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara, Dr. Ferrytass, S.H., M.Hum., Dt. Toembidjo, Sabtu (10/10/2026) malam dari Padang, Sumatera Barat.

Platform yang dikembangkan DTMA (Digital Technology Modern Applications) itu resmi diluncurkan pada pukul 22.10 WIB, dengan penanda waktu 10·10·2026 | 22:10 WIB dan tema “One Moment. A New Digital Chapter.”

Ferrytass Official dapat diakses melalui https://official.ferrytas.com. Kehadirannya menjadi kanal pelengkap news.ferrytas.com, dengan ruang publikasi yang lebih luas, mulai dari dokumentasi kegiatan, pemikiran, opini, refleksi, hingga catatan perjalanan pengabdian.

Tidak semata-mata menjadi tempat untuk mencatat aktivitas kedinasan, platform ini juga dirancang untuk merekam sisi lain perjalanan Ferrytass sebagai Niniak Mamak atau Penghulu Adat Minangkabau. Dua ruang pengabdian—profesi dan adat—dipertemukan dalam satu kanal digital yang dapat diakses masyarakat.

Cakupan publikasinya turut menyentuh aktivitas organisasi dan komunitas perantau Minangkabau. Sejumlah organisasi, di antaranya DPP IKM, IKM Sapayuang, IKASMIN-SS, Bundo Kanduang Tuah Sakato Manado, DPD IKM Manado, Gebu Minang, dan Forum Minang Maimbau, menjadi bagian dari kegiatan yang didokumentasikan.

Melalui ruang tersebut, aktivitas organisasi dan kehidupan budaya diharapkan dapat terekam dengan lebih baik, sekaligus menjadi bahan informasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda yang ingin mengenal lebih dekat adat dan tradisi Minangkabau.

Dari sisi teknologi, Ferrytass Official dirancang responsif agar nyaman diakses melalui komputer maupun telepon seluler. Platform ini juga menyiapkan fitur AI Text-to-Speech, yang memungkinkan pengunjung menyimak berita dalam format audio.

Fitur tersebut menjadi salah satu upaya memanfaatkan perkembangan teknologi untuk memperluas cara masyarakat mengakses informasi. Konten tidak hanya dapat dibaca, tetapi juga didengarkan sesuai kebutuhan pengunjung.

Lebih jauh, Ferrytass Official diarahkan menjadi ruang berbagi gagasan tentang adat, budaya, kepemimpinan, dan pengabdian. Dengan dokumentasi yang tersusun secara digital, kegiatan dan pemikiran yang sebelumnya tersebar di berbagai kesempatan diharapkan dapat lebih mudah diakses kembali.

Sebelum diluncurkan, platform tersebut telah melalui tahap uji coba dan penyempurnaan. Kini, masyarakat dapat mengunjungi situs resminya untuk mengikuti dokumentasi kegiatan serta membaca tulisan terbaru.

Peluncuran Ferrytass Official menandai langkah untuk memperluas jangkauan publikasi di tengah perkembangan teknologi informasi. Di dalamnya, aktivitas kedinasan, nilai-nilai adat Minangkabau, dan pemanfaatan teknologi dipertemukan dalam satu ruang yang diharapkan dapat menjadi jejak digital pengabdian sekaligus sumber informasi bagi masyarakat.

 

Editor: Caecilia Eersta