ASKARA - Menjaga pesisir bukan pekerjaan sehari. Di Pantai Payum, Merauke, upaya itu kembali dilakukan melalui penanaman 2.000 bibit mangrove yang digagas PT Bio Inti Agrindo (BIA) bersama Universitas Musamus (Unmus).
Mengusung semangat “Planting Hope, Growing Mangrove”, kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen PT BIA terhadap kelestarian lingkungan sekaligus pembangunan masyarakat yang berkelanjutan.
Penanaman berlangsung pada 6 Oktober 2026 dan dirangkai dengan peresmian Mangrove Education Center (MEC) pada 7 Oktober 2026. Pusat edukasi tersebut dibangun PT BIA bersama Universitas Musamus di kawasan yang berdekatan dengan permukiman masyarakat Payum.
Presiden Direktur PT BIA, Kong Byeong Sun, mengatakan program penanaman mangrove telah dilakukan perusahaan sejak 2024 dan terus dilanjutkan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.
“Hari ini kita kembali bersama di Pantai Payum untuk menanam 2.000 bibit mangrove. PT BIA percaya bahwa keberlangsungan hanya dapat diwujudkan melalui kerja sama dan kolaborasi,” ujar Kong.
Menurut dia, menjaga lingkungan tidak dapat dibebankan kepada satu pihak. Perusahaan, akademisi, pemerintah dan masyarakat memiliki peran masing-masing dalam menjaga keberlanjutan kawasan pesisir.
Karena itu, PT BIA berharap penanaman mangrove tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan berkembang menjadi kerja sama jangka panjang bersama masyarakat.
Mangrove untuk Menjaga Pantai Payum
Wakil Rektor I Universitas Musamus, Dr. Tobias Nggaruwaka, membuka secara resmi kegiatan penanaman 2.000 bibit mangrove sekaligus peresmian Mangrove Education Center.
Tobias mengatakan kawasan Pantai Payum dan sekitarnya merupakan wilayah yang rawan mengalami abrasi. Karena itu, penanaman mangrove dinilai penting sebagai bagian dari upaya konservasi kawasan pesisir.
“Dengan menanam 2.000 bibit pohon mangrove hari ini, kita mau menyatakan bahwa kita semua ambil bagian di dalam merawat dan melindungi kawasan Pantai Payum,” tegas Tobias.
Bagi Unmus, keberadaan mangrove bukan hanya soal menanam pohon. Ekosistem tersebut juga memiliki fungsi penting dalam perlindungan pesisir, menjaga keanekaragaman hayati dan mendukung upaya mitigasi perubahan iklim.
Mangrove Education Center Jadi Ruang Belajar
Kolaborasi PT BIA dan Unmus kemudian diperluas melalui pembangunan Mangrove Education Center.
Ketua panitia sekaligus akademisi Unmus, La Ferdy, mengatakan MEC dirancang sebagai pusat edukasi, konservasi, penelitian sekaligus pemberdayaan masyarakat.
Melalui MEC, anak-anak di sekitar kawasan diharapkan mendapatkan ruang belajar yang lebih kontekstual, termasuk dalam kemampuan membaca, menulis dan berhitung.
“Pada aspek lingkungan, MEC mendukung kegiatan penanaman, pemeliharaan, monitoring dan edukasi konservasi mangrove, termasuk pengenalan fungsi mangrove dalam perlindungan pesisir, keanekaragaman hayati dan mitigasi perubahan iklim melalui ekosistem blue carbon,” jelas Ferdy.
Dengan demikian, mangrove tidak hanya diperkenalkan sebagai tanaman yang harus ditanam, tetapi sebagai bagian dari ekosistem yang perlu dipahami, dirawat dan dijaga bersama.
1.600 Mangrove Lama Bertahan
Program Manager PT BIA, Renate Rahaor, mengatakan pihaknya bersyukur karena penanaman mangrove yang dilakukan dua tahun sebelumnya menunjukkan hasil yang cukup baik.
Berdasarkan monitoring yang dilakukan bersama Universitas Musamus, sekitar 1.600 pohon mangrove dari penanaman sebelumnya dilaporkan masih bertahan dan tumbuh.
Kondisi tersebut kemudian ditinjau langsung oleh Presiden Direktur PT BIA Kong Byeong Sun bersama jajaran manajemen perusahaan.
Bagi Renate, keberlangsungan pohon yang telah ditanam menjadi dorongan untuk melanjutkan program sekaligus memperkuat monitoring dan pemeliharaan.
Penanaman 2.000 bibit baru diharapkan memperluas tutupan mangrove di kawasan Pantai Payum sekaligus memperkuat keterlibatan masyarakat dalam menjaga pesisir.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Balai Besar KSDA Papua Johny Santoso, jajaran pimpinan BNI, para dosen Universitas Musamus, masyarakat Payum serta pimpinan organisasi perangkat daerah Kabupaten Merauke.
Dari Pantai Payum, penanaman mangrove itu membawa pesan sederhana: menjaga pesisir bukan sekadar menanam hari ini, tetapi memastikan pohon yang ditanam dapat tumbuh, dirawat dan memberi manfaat bagi generasi yang akan datang.
Planting Hope, Growing Mangrove.