Rabu, 07 Oktober 2026 | 05:14
OPINI

Kemerdekaan Amerika dan Revolusi Prancis

Kemerdekaan Amerika dan Revolusi Prancis
Ilustrasi kemerdekaan Amerika dan revolusi Prancis (Dok Askara)

OLEH: JAYA SUPRANA

ASKARA - Sejarah sering mengajarkan Revolusi Amerika (1776) dan Revolusi Prancis (1789) sebagai dua peristiwa terpisah. Keliru. Sebenarnya yang kedua adalah tagihan yang belum dibayar dari yang pertama.

Tanpa Amerika, Prancis tidak akan revolusi secepat itu. Dan tanpa Prancis, Amerika tidak akan merdeka.

1. Utang Ide: Dari Paris ke Philadelphia, Lalu Balik Lagi.

Prancis adalah gudang ide Pencerahan, tapi ide itu tidak pernah dipraktikkan di Prancis. Montesquieu menulis “Trias Politica”. Rousseau menulis “Kontrak Sosial”, Voltaire meneriakkan kebebasan — semua dibaca di salon-salon Paris, tapi kekuasaan Raja Louis XVI tetap absolut.

Amerika yang mempraktikkannya pertama kali.

Deklarasi Kemerdekaan Amerika 1776 pada dasarnya adalah terjemahan Rousseau ke dalam bahasa Inggris: "All men are created equal... life, liberty, and the pursuit of happiness." Itu adalah kalimat yang tidak berani ditulis orang Prancis di Prancis.

Ketika deklarasi itu sampai di Paris, ia meledak. Bagi kelas menengah Prancis (bourgeoisie), Amerika adalah bukti hidup: ide-ide buku itu bisa menjadi negara. Lafayette, pemuda bangsawan Prancis, bahkan menulis: "Saya melihat di Amerika apa yang seharusnya terjadi di Prancis."

2. Utang Uang: Prancis Bangkrut Karena Membiayai Amerika.

Ini pengaruh paling langsung dan paling bodoh secara politik.

Untuk membalas dendam pada Inggris setelah kalah dalam Perang Tujuh Tahun, Raja Louis XVI memutuskan membiayai pemberontak Amerika. Prancis mengirim senjata, kapal, tentara, dan uang — sekitar 1,3 miliar livres, jumlah gila pada masa itu. Prancis menang. Inggris kalah di Yorktown tahun 1781 berkat armada Prancis dan angkatan  militia George Washington. Amerika merdeka.

Tapi Prancis bangkrut. Kas negara kosong. Untuk menutup utang perang Amerika, Louis XVI terpaksa menaikkan pajak gandum — tepat saat panen gagal tahun 1788. Roti harganya naik 300%. Rakyat Paris yang kelaparan tidak peduli siapa yang merdeka di Amerika, mereka hanya tahu raja menghamburkan uang untuk perang di seberang lautan sementara mereka tidak makan.

Jika Louis XVI tidak ikut Perang Kemerdekaan Amerika, krisis fiskal 1789 tidak akan separah itu, dan mungkin Estates-General tidak perlu dipanggil.

3. Utang Manusia: Veteran Yang Pulang Membawa Virus.

Prancis mengirim 10.000 tentara ke Amerika. Mereka kembali pada 1783 sebagai orang yang berbeda.

Di Amerika mereka melihat petani bisa menjadi jenderal (Washington), bahkan kemudian presiden. Tidak ada bangsawan yang lahir istimewa, dan raja bisa dipecat. Mereka kembali ke Prancis dan harus hormat lagi kepada bangsawan yang tidak pernah berperang.

Jenderal Lafayette adalah contoh terbaik. Dia pulang dari Amerika sebagai pahlawan, menulis “Deklarasi Hak Asasi Manusia dan Warga Negara1789” yang strukturnya copy-paste dari Deklarasi Amerika terinsipirasi Thomas Paine. Bedanya, versi Prancis lebih radikal: "Manusia lahir bebas dan setara dalam hak."

Kemudian Amerika dan Prancis menerapkan mashab demokrasi di negara masing-masing. Meski harus jatuh-bangun sampai babak-belur dalam perjalanan perjuangan mereka masing-masing. Di masa jaya Napoleon Bonaparte bahkan sempat menjadi kekaisaran.

 

Editor: Caecilia Eersta