ASKARA – Kabar membanggakan datang dari panggung internasional untuk keluarga besar Institut Pertanian Bogor. Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Himpunan Alumni IPB dengan penuh rasa bangga mengucapkan Selamat dan Sukses atas pencapaian luar biasa Prof. Dr. Ir. H. Rokhmin Dahuri, M.S., Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University, yang dianugerahi penghargaan paling prestisius Aquaculture Lifetime Achievement Award.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam gelaran The 13th International Conference on Fisheries and Aquaculture (ICFA) 2026 yang diselenggarakan di Miri, Sarawak, Malaysia, pada Rabu, 30 September 2026.
Penghargaan ini bukan sekadar trofi. Ini adalah pengakuan dunia atas dedikasi dan kontribusi panjang lebih dari empat dekade Prof. Rokhmin dalam pengembangan akuakultur, perikanan, ilmu kelautan, kebijakan publik, serta pembangunan berkelanjutan.
Konferensi ICFA 2026 sendiri merupakan forum ilmiah paling berpengaruh di sektor ini, diselenggarakan oleh The International Institute of Knowledge Management (TIIKM) dengan World Aquaculture Society sebagai Co-Host, mengangkat tema besar “Blue Horizons: Charting the Future of Sustainable Aquaculture, Fisheries & Biodiversity”.
Tidak Hanya Menerima, Tapi Memimpin Forum Dunia
Kiprah Prof. Rokhmin di ICFA 2026 jauh melampaui penerima penghargaan. Di forum yang dihadiri pakar akuakultur dari puluhan negara tersebut, putra terbaik IPB ini memainkan peran kunci sebagai Keynote Speaker, Steering Committee Member, sekaligus panelis dalam Global South Policy Alliance Forum.
Ia juga hadir sebagai Chairman of the Indonesian Aquaculture Society (IAS) / Ketua Umum Masyarakat Akuakultur Indonesia (MAI) yang menjadi Academic Partner resmi konferensi tersebut.
Dalam pidato kuncinya yang berjudul “Innovative Best Aquaculture Practices and Integrated Supply Chain Management System: The Key for a Productive, Profitable, and Sustainable Aquaculture”, Prof. Rokhmin memberikan pesan yang sangat kuat dan relevan untuk Indonesia.
Ia menegaskan bahwa masa depan akuakultur tidak cukup hanya diukur dari peningkatan volume produksi. Pengembangan sektor tersebut harus mampu membangun usaha yang produktif, menguntungkan, berdaya saing, inklusif, sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan. Inovasi teknologi, penerapan best practices, dan integrasi rantai pasok dari hulu hingga hilir adalah kunci untuk meningkatkan nilai tambah.
“Pendekatan tersebut menempatkan akuakultur dan perikanan bukan semata sebagai aktivitas produksi pangan, tetapi sebagai bagian dari strategi pembangunan ekonomi biru,” begitu pesan yang konsisten ia bawa.
Dari Gebang Mekar untuk Dunia
Bagi keluarga besar Alumni IPB, penghargaan ini terasa sangat personal dan menginspirasi.
Prof. Rokhmin Dahuri lahir di Desa Gebang Mekar, Kampung Nelayan, Cirebon, 16 November 1958. Ia adalah alumni sejati IPB, meraih gelar Sarjana Perikanan pada tahun 1982, Magister di IPB tahun 1986, dan kemudian meraih gelar Doktor (Ph.D) di bidang ekologi dan pengelolaan sumber daya laut dari Dalhousie University, Kanada (1991).
Perjalanannya adalah definisi pengabdian lintas sektor: dari Kepala Prodi Pascasarjana Pengelolaan Pesisir IPB, Asisten Rektor IV IPB, hingga dipercaya menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan RI Kabinet Gotong Royong (2001-2004), Anggota DPR RI Komisi IV, hingga kini sebagai Ketua Dewan Pakar dan Penasihat Menteri KKP.
Di semua ruang itu, ia konsisten membawa perspektif pembangunan kelautan berbasis science, innovation, sustainability, and people's prosperity.
Kebanggaan HA IPB dan Energi untuk Indonesia Emas 2045
Bagi Prof. Rokhmin, penghargaan Lifetime Achievement ini bukan akhir, melainkan energi baru.
“Apresiasi tersebut dipandang sebagai momentum untuk terus mengabdikan ilmu pengetahuan, pengalaman, dan pemikiran bagi kemajuan sektor kelautan dan perikanan Indonesia maupun dunia,” ujarnya.
DPP HA IPB menilai penghargaan ini memperkuat gagasan besar bahwa Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia memiliki peluang emas untuk mengembangkan akuakultur sebagai pilar utama ekonomi biru.
Tantangan ke depan, seperti yang ia gariskan, bukan hanya meningkatkan produksi, tetapi memastikan pertumbuhan sektor tersebut menghasilkan nilai tambah, kesejahteraan pembudidaya dan nelayan, ketahanan pangan, lapangan kerja, serta keberlanjutan ekosistem menuju Indonesia Emas 2045.
Sekali lagi, DPP Himpunan Alumni IPB mengucapkan:
Selamat dan Sukses kepada Prof. Dr. Ir. H. Rokhmin Dahuri, M.S.
Terima kasih telah mengharumkan nama almamater, menginspirasi alumni, dan mengabdikan diri untuk kejayaan maritim Indonesia di mata dunia!
Hidup IPB! Jaya Alumni!