Sisi Humanis PangkormaR: Usai Pembaretan, Berikan Motivasi Kepada Orang Tua Siswa Prajurit Marinir
ASKARA - Di balik ketegasan dan disiplin yang menjadi ciri khas prajurit Korps Marinir, tersimpan kepedulian dan perhatian yang besar terhadap keluarga prajurit. Hal tersebut terlihat saat Panglima Korps Marinir (Pangkormar) Letnan Jenderal TNI (Mar) Endi Supardi, S.E., M.M., M.Tr.Opsla., CHRMP., CRMP., memberikan arahan kepada para orang tua siswa usai pelaksanaan tradisi Pembaretan di Pantai Baruna, Dusun Sumber Pucung, Desa Tulungrejo, Kec. Donomulyo, Malang Selatan, Senin (22/06/2026).
Dalam suasana penuh kehangatan dan kebanggaan, Pangkormar menyampaikan apresiasi kepada seluruh orang tua yang telah mendukung serta mengantarkan putra-putranya hingga berhasil melewati berbagai tahapan pendidikan dan resmi menyandang Baret Ungu kebanggaan Korps Marinir.
Pangkormar menegaskan bahwa keberhasilan para siswa menjadi prajurit Marinir tidak terlepas dari doa, pengorbanan, dan dukungan keluarga. Oleh karena itu, para orang tua memiliki peran penting dalam membentuk karakter, moral, serta semangat pengabdian para prajurit muda tersebut.
"Kebanggaan hari ini bukan hanya milik para siswa yang telah berhasil melewati tradisi Pembaretan, tetapi juga milik orang tua yang selama ini telah mendidik, membimbing, dan mendoakan putra-putranya," ujar Pangkormar.
Lebih lanjut, Pangkormar mengajak para orang tua untuk terus memberikan dukungan dan doa agar para prajurit muda mampu menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, disiplin, dan loyalitas kepada bangsa dan negara. Ia juga berpesan agar keluarga tetap menjadi tempat terbaik bagi prajurit untuk memperoleh semangat, motivasi, dan nilai-nilai kehidupan.
Momen tersebut menjadi gambaran nyata sisi humanis seorang pemimpin Korps Marinir yang tidak hanya memperhatikan kesiapan tempur prajuritnya, tetapi juga memberikan perhatian kepada keluarga sebagai bagian penting dari keberhasilan seorang prajurit.
Arahan yang disampaikan Pangkormar mendapat sambutan hangat dari para orang tua. Banyak di antara mereka yang merasa bangga dan terharu atas perhatian serta pesan yang diberikan, menjadikan momen usai Pembaretan tidak hanya sebagai tradisi militer, tetapi juga sebagai ajang mempererat ikatan antara Korps Marinir dan keluarga prajurit.
Komentar