Senin, 20 Mei 2024 | 06:41
TRAVELLING

Dekat IKN, Inilah Desa Wisata Kalimantan Timur yang Penuh Pesona

Dekat IKN, Inilah Desa Wisata Kalimantan Timur yang Penuh Pesona
Salah satu obyek wisata di Kalimantan Timur (Dok Kemenparekraf)

ASKARA - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) akan terus memberikan dukungan dalam pengembangan potensi-potensi desa wisata di Indonesia, tak terkecuali desa wisata di Kalimantan Timur yang lokasinya dekat dengan Ibu Kota Nusantara (IKN). Hal ini tentunya berkaitan dengan upaya pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif berkelanjutan di sekitar IKN. 

Mengusung konsep pariwisata berbasis green tourism dan berkelanjutan, desa wisata di Kalimantan Timur akan terus didorong dalam pengembangan destinasi yang berkualitas. Sebenarnya bukan hal yang mustahil, mengingat saat ini desa-desa wisata di Kalimantan Timur memiliki potensi yang sangat besar, hanya saja belum dikenal lebih jauh oleh sebagian besar masyarakat maupun wisatawan. 

Potensi yang dimiliki setiap desa wisata di Kalimantan Timur juga sangat komplet. Baik itu memiliki potensi alam yang melimpah, budaya, hingga ekonomi kreatif yang berdaya saing. Menakjubkannya lagi, ada beberapa desa wisata di Kalimantan Timur yang telah masuk dalam Jaringan Desa Wisata (Jadesta), serta memiliki potensi besar masuk dalam jajaran Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024. 

Berikut daftar desa wisata di Kalimantan Timur yang lokasinya berdekatan dengan Ibu Kota Nusantara (IKN) beserta potensi yang dimiliki:

Desa Wisata Nipah-Nipah

Dari banyaknya pilihan, Nipah-Nipah menjadi satu desa wisata di Kalimantan Timur yang menarik dibahas. Alasannya karena desa wisata satu ini memiliki potensi pariwisata yang sangat besar. Hal ini dibuktikan dari banyaknya pilihan destinasi wisata yang ditawarkan Desa Wisata Nipah-Nipah.

Satu di antaranya adalah Pantai Sipakario, yakni pantai populer di Kabupaten Penajam Paser Utara yang terkenal dengan pasir putih dan air laut yang jernih. Ditambah lagi, deburan ombaknya juga tidak terlalu besar, sehingga sangat cocok untuk dijadikan destinasi liburan keluarga. Selain itu, kita bisa mengunjungi Taman Bunga Rozeline, Alun-Alun, atau Rumah Adat Kuta untuk berwisata. O, iya, lokasi Desa Wisata Nipah-Nipah juga cukup dekat dengan IKN, jarak hanya sekitar 52 km atau bisa ditempuh dengan waktu 1 jam 30 menit dari IKN.

Desa Wisata Bangun Mulya

Berjarak sekitar 62 km dari IKN, atau tepatnya di Kabupaten Penajam Paser Utara, Desa Wisata Bangun Mulya turut menjadi desa wisata yang memiliki potensi besar di Kalimantan Timur. Potensi tersebut bisa berupa atraksi budaya dan kesenian yang sudah turun temurun dilakukan di desa ini. Bahkan beberapa digelar dengan membuat festival besar, seperti Buen Festival (Festival Kebaikan): sebuah festival seni budaya tahunan dan terbesar di Desa Bangun Mulya.

Selain Buen Festival, Desa Wisata Bangun Mulya juga punya banyak festival budaya yang menarik untuk dilihat secara langsung. Seperti Festival Kaki Gunung, Festival Sedekah Bumi, Festival Malam Tahun Baru, dan berbagai festival besar lainnya. Harapannya, adanya festival tahunan ini menjadi daya tarik wisata yang bisa berdampak positif bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Desa Wisata Bangun Mulya. 

Desa Wisata Muara Enggelam

Desa Wisata di Kalimantan Timur yang memiliki potensi besar berikutnya adalah Desa Wisata Muara Enggelam. Dikenal sebagai “Desa di Atas Air”, desa wisata yang berlokasi di Kecamatan Muara Wis, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur ini berada di tengah-tengah Danau Melintang. Itu mengapa, rumah-rumah di Desa Wisata Muara Enggelam dibangun secara terapung dan menggunakan perahu sebagai transportasi utamanya.

Meski lokasinya sedikit pelosok dan hanya bisa diakses menggunakan perahu, namun Desa Wisata Muara Enggelam memiliki banyak potensi dan prestasi. Satu di antaranya, Desa Wisata Muara Enggelam berhasil meraih predikat Desa Percontohan atau role model untuk pengelolaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) secara mandiri. 

Desa Wisata Pela

Masih berada di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Desa Wisata Pela turut menjadi salah satu desa wisata unggulan yang menarik dijelajahi. Lokasinya juga cukup dekat dengan Ibu Kota Nusantara, yakni sekitar 98 km dari Tugu Titik Nol Kilometer IKN. Daya tarik utama desa wisata ini berupa konservasi perairan yang bertujuan menjaga keberlangsungan dan kelestarian Pesut Mahakam, yang termasuk dalam kategori hewan dilindungi. 

Potensi budaya di Desa Wisata Pela juga masih terjaga sangat baik. Hal ini bisa dilihat dari Tarian Jepen yang menceritakan tentang profesi nelayan mencari ikan di danau dengan penuh suka cita, hingga seni bela diri Kuntau sebagai warisan budaya lokal yang masih terus dilestarikan hingga saat ini. 

Desa Wisata Waru Tua

Berikutnya ada Desa Wisata Waru Tua, sebuah desa wisata yang berlokasi di Kabupaten Penajam Paser Utara. Tidak kalah menawan dengan sebelumnya, desa wisata yang jaraknya hanya sekitar 60 km dari IKN ini terkenal dengan wilayahnya yang masih sangat asri. Itu mengapa, Desa Wisata Waru Tua identik dengan potensi alam yang memukau. 

Salah satu aktivitas yang bisa Sobat Parekraf lakukan di Desa Wisata Waru Tua adalah susur sungai. Sobat Parekraf bisa menyewa sebuah kapal tradisional untuk menyusuri sungai yang dikelilingi berbagai pepohonan rindang. Kalau beruntung, kita bisa melihat bekantan dan monyet ekor panjang yang hidup liar beraktivitas pada sore hari.

Desa Wisata Mentawir

Desa Wisata Mentawir turut menjadi salah satu desa wisata di Kalimantan Timur dengan potensi luar biasa. Terutama potensi alamnya. Tidak patut dianggap remeh, pasalnya Desa Wisata Mentawir sudah terkenal lama memiliki pemandangan alam hutan tropis dan hutan mangrove yang luar biasa indah. Ditambah adanya aliran Sungai Mentawir yang kerap dijadikan lokasi sport tourism arung jeram yang menantang, menjadi daya tarik lain dari desa wisata yang berjarak sekitar 43 km dari Ibu Kota Nusantara (IKN) ini.

Tak hanya dari keindahan alam, Desa Wisata Mentawir juga memiliki budaya yang masih kental dan terjaga sangat baik, salah satunya adalah Tari Ronggeng. Di samping itu, Desa Wisata Mentawir juga memiliki produk ekonomi kreatif unggulan yang sangat menarik dan berdaya saing, seperti sirup mangrove, serta berbagai macam kerajinan tangan terbuat dari bambu.

 

Komentar