Sabtu, 13 Juli 2024 | 23:53
NEWS

DPR Dorong Pembenahan Infrastruktur di Balai Besar Perikanan Ikan Tawar Sukabumi

DPR Dorong Pembenahan Infrastruktur di Balai Besar Perikanan Ikan Tawar Sukabumi
Wakil ketua Komisi IV DPR Budhy Setiawan pimpin kunker (ist)

ASKARA - Komisi IV DPR RI mendorong adanya pembenahan terhadap kondisi balai besar perikanan air tawar yang berada di sukabumi.

Demikian disampaikan Wakil ketua komisi IV DPR RI Budhy Setiawan usai memimpin Tim Kunjungan Kerja Spesifik komisi IV DPR RI ke Sukabumi, Provinsi Jawa Barat, Jumat (15/9/2023).

Menurut Budhy, kondisi infrastruktur yang ada di balai besar perikanan air tawar sukabumi sudah berumur satu abad.

Karena itu, ia memandang perlunya perbaikan sarana dan prasarana.

"Tentunya beberapa fasilitas infrastruktur perlu ada perbaikan termasuk sarana prasarana teknologi kita akan mendukung untuk adanya pembenahan, ini penting mengingat bahwa UPT ini bisa menjembatani beberapa persoalan strategis terutama khusus pangan karena ikan menjadi alternatif pangan murah termasuk juga mengentaskan masalah stunting," kata Budhy Setiawan.

Budhy menjelaskan dilihat dari potensinya, sektor perikanan budidaya mampu dijadikan sebagai salah satu penopang ketahanan pangan. 

Hal tersebut dikarenakan ikan merupakan bagian penting dari bahan pangan masyarakat Indonesia dan menjadi menyumbang lima puluh persen dari seluruh asupan protein hewani.

"Ikan mampu menjadi solusi karena nilai protein (tinggi), (harganya relatif) murah. ini juga menjadi alternatif untuk kita dalam mengatasi persoalan krisis pangan dan solusi atas permasalahan gizi buruk dan gizi berlebih yang menyebabkan stunting," kata dia.

Wakil rakyat asal Daerah Pemilihan Jawa Barat III (Kota Bogor dan Kabupaten Cianjur) ini menyampaikan bahwa, budidaya ikan air tawar memiliki potensi ekspor yang sangat tinggi khususnya ikan tilapia.

"Oktober mendatang pembangunan balai khusus untuk pembenihan ikan tilapia di Karawang juga sudah mulai beroperasi, kita bisa melihat hasil dari tilapia yang berukuran besar," ungkap dia.
 
"Kita memiliki keunggulan Program dari kementerian kelautan dan perikanan, yaitu ikan tilapia akan kita genjot dan ikan akan kita ekspor pangsa pasarnya adalah Amerika Eropa dan itu kita bisa menembus lebih dari 16 negara ekspor," sambung Budhy.

Komentar