Sabtu, 13 Juli 2024 | 22:40
NEWS

Gandeng BPDPKS, Ahmad Najib Sosialisasi Peran Kelapa Sawit

Gandeng BPDPKS, Ahmad Najib Sosialisasi Peran Kelapa Sawit
Anggota Komisi XI DPR RI Ahmad Najib Qodratullah (ist)

ASKARA - DPR RI bekerja sama dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) menggelar Kegiatan “Sosialisasi & Expo Sawit Baik Indonesia 2023” dengan tema “Hilirisasi Produk Turunan Kelapa Sawit untuk Kebangkitan Ekonomi Kerakyatan”.

Kegiatan yang dihadiri ratusan masyarakat dari berbagai latarbelakang itu digelar di Rumah Makan Riung Panyaungan, Jalan Raya Kamasan Banjaran No.89, Kiangroke, Kec. Banjaran, Kabupaten Bandung, Minggu (17/9).

Anggota Komisi XI DPR RI, Ahmad Najib Qodaratullah menyampaikan, sebagai produsen kelapa sawit terbesar di dunia dengan kontribusi sekitar 54 persen terhadap pangsa pasar global, kelapa sawit memiliki peran penting bagi pemasukan negara, ekonomi dan sosial masyarakat, baik masyarakat yang ada didaerah produsen sawit maupun di daerah konsumen.

Karena itu, Najib mengajak Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) untuk memberikan berbagai insentif kepada para konsumen, terkhusus masyarakat Jawa Barat. Sebab, masyarakat Jawa Barat adalah jumlah penduduk terbesar di Indonesia.  

"Jawa Barat dengan penduduk terbesar di Indonesia jadi mitra strategis dari Badan sawit untuk melakukan berbagai hal. Dari konteks produsen tadi saya katakan tidak ada, dari konteks konsumen sangat strategis," kata Najib. 

Najib menyampaikan, masyarakat Jawa Barat bisa menjadi market bagi produsen sawit. Namun, tegas dia, Badan Sawit juga harus memiliki perhatian khusus kepada masyarakat diluar produsen tersebut. 

"Ya dari sawit itu bisa dibikin sabun, lipstik, banyak lah. Tapi yang saya coba munculkan disitu, kita sesebagai market terbesar di Indonesia tentu perlu dorongan-dorongan insentif dan berbagai kebijakan yang mampu memberikan nilai positif," ucap Najib. 

"Sawit ini kan (penyumbang devisa) kedua terbesar setelah cukai rokok. Tentu dana kelola mereka ini cukup besar dan sangat strategis, walaupun badan sawit ini didirikan untuk tujuannya lebih kepada peningkatan produksi daripada sawit, tapi kan produksi meningkatkan kalau konsumennya tidak diperhatikan, kan gak bisa juga," sambungnya. 

Najib mengaku memahami bahwa pengelolaan sawit saat ini menjadi perhatian serius. Baik mengenai lingkungan dan lain sebagainya. 

"Karena kegiatan sawit ini kan berdampak banyak. Kalau urusan dampak kan enggak pandang bulu, produsen konsumen semua kena dampak. Harapannya itu masyarakat tadi kita mendapatkan perhatian dari dampak atau dampak kegiatan itu tadi," ungkapnya.

Namun, Najib kembali mengingatkan bahwa yang perlu dipertanyakan ialah bagaimana perhatian atau apa yang dilakukan oleh Badan Sawit terhadap para konsumen strategis ini. 

"Dengan hadirnya Badan Sawit ini paling tidak bisa mendorong perhatian masyarakat agar sadar terhadap keberadaan dari sawit itu sendiri. Sawit itu kan komoditas strategis banyak sekali yang berupaya menganggu supaya sawit itu tidak berkembang tentu juga dengan jumlah masyarakat Jawa Barat dengan penduduk terbesar di Indonesia jadi mitra strategis dari Badan sawit untuk melakukan berbagai hal," tukasnya.

Komentar