Selasa, 07 Februari 2023 | 04:37
COMMUNITY

Bank Sampah TH Berseri Desa Tajurhalang, Upaya Atasi Permasalahan Sampah Secara Terpadu

Bank Sampah TH Berseri Desa Tajurhalang, Upaya Atasi Permasalahan Sampah Secara Terpadu
Lokasi Bank Sampah (Dok Yudi)

ASKARA - Mendengar kata sampah, selalu dikaitkan dengan berbagai permasalahan lingkungan. Namun apabila sampah dipilah dan diolah secara tepat dapat menghasilkan produk-produk yang bernilai ekonomi.

Seperti yang dilakukan Pemerintah Desa Tajurhalang Kecamatan Cijeruk Kabupaten Bogor yang memiliki sistem pengelolaan sampah melalui bank sampah.

Sampah organik disulap menjadi pupuk kasgot, pupuk organik dan budidaya maggot serta media tanam. Sementara untuk sampah non organik, plastik dipilah untuk kemudian diserahkan kepada pabrik pengolahan atau daur ulang.

Kegiatan Bank Sampah secara rutin dilaksanakan Pemerintah Desa Tajurhalang Kecamatan Cijeruk sejak sekitar tahun 2020. 

Berawal dari keprihatinan dan kepedulian Kepala Desa Tajurhalang, Apud Ardiansyah, akan kondisi didesanya yang masih ada titik pembuangan sampah liar, bersama jajaran Pemerintah Desa Tajurhalang dan masyarakat akhirnya mendirikan Bank Sampah TH Berseri.

Kegiatan ini merupakan salah satu program dalam upaya pengelolaan lingkungan yang ada di Desa Tajurhalang, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor.

Program  Bank Sampah adalah suatu strategi penerapan 3R dalam pengelolaan sampah ditingkat masyarakat, dengan menyamakan kedudukan sampah serupa dengan uang atau barang yang berharga yang dapat ditabung.

Masyarakat dididik untuk menghargai sampah sesuai jenis dan nilai sehingga mereka mau memilah sampah. Bank Sampah mengubah sudut pandang Masyarakat bahwa sampah mengandung potensi ekonomi (economic opportunity) kerakyatan, yaitu adanya kesempatan kerja dan penghasilan tambahan dari tabungan di bank sampah.

Disamping itu akan  terwujud  pembangunan lingkungan yang bersih dan hijau guna menciptakan masyarakat yang sehat. 

"Tujuan dari Bank Sampah TH Berseri ini adalah sebagai salah satu cara untuk memecahkan permasalahan sampah yang sampai saat ini belum juga bisa teratasi secara tuntas, kemudian juga untuk membiasakan warga agar tidak  membuang sampah sembarangan, memotivasi   warga agar mau memilah sampah sehingga lingkungannya  bersih," kata Apud, Senin (23/1).

Selain itu, lanjut Apud, tentunya manfaat dari Program Bank Sampah itu sendiri adalah mengurangi jumlah sampah  di lingkungan masyarakat serta memiliki nilai ekonomis yaitu menambah penghasilan bagi  masyarakat desa.

"Alhamdulillah saat ini tenaga kerja yang bisa ditampung Bank Sampah TH Berseri sekitar 20 orang," kata Apud.

Apud menambahkan, di Bank Sampah TH Berseri menerima dan mengolah sampah dari 5 RW yang ada di Desa Tajurhalang.

"Di Desa Tajurhalang ada 6 RW, tinggal 1 RW lagi yang segera menyusul untuk ditampung dan dipilah di bank sampah ini," imbuhnya.

Saat dikonfirmasi perihal perhatian Pemkab Bogor terhadap keberadaan Bank Sampah TH Berseri, Apud menjelaskan sudah ada perhatian dari Kecamatan Cijeruk dengan adanya kunjungan dan diskusi dengan Camat dan jajarannya, sementara dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor juga pernah berkunjung saat awal pembukaan, namun hingga saat ini belum meninjau lagi.

"Harapannya, semoga Bank Sampah TH Berseri Desa Tajurhalang ini kedepannya akan semakin maju dan berkembang, memberikan manfaat semakin besar untuk masyarakat serta dapat berkontribusi dalam mengatasi permasalahan sampah di wilayah Kabupaten Bogor," tandasnya.

Komentar