Minggu, 25 September 2022 | 22:02
COMMUNITY

Pentingnya Workshop Menulis untuk Awak Media

Pentingnya Workshop Menulis untuk Awak Media
Rita Sri Hastuti ( duduk kanan) bersama pemateri P. Hasudungan Sirait dan para peserta

ASKARA - Perusahaan media harus memperhatikan hal-hal kecil seperti menghindari salah ketik dalam penulisan karena akan mempengaruhi citra usaha di samping harus mengikuti perkembangan ejaan.

"Jurnalis perlu juga memahami Ejaan Yang Disempurnakan ( EYD);  kini yang berlaku di kita Ejaan Bahasa Indonesia   ( EBI) " kata Rita Sri Hastuti, Wakil Pemimpin Umum portal berita www.bisniswisata.co.id dan E-Magz EXPLORE!, hari ini.

Berbicara saat membuka Writing Camp bagi keluarga besar bisniswisata.co.id, Rita meminta jajaran redaksi benar-benar mengikuti writing camp selama dua hari, 21-22 September 2022 dengan tema Strategi Jitu Mengatasi Kesulitan Menulis dengan pemateri oleh P.  Hasudungan Sirait, Ketua Dewan Penguji Uji Kompetensi Jurnalis (UKJ)  Aliansi Jurnalis Indonesia ( AJI).

Rita yang juga Ketua Pantab Adinegoro PWI Pusat mengatakan pihaknya merasa beruntung karena awak redaksi termasuk  perwakilan dari Inggris Griska Gunara dan Shawn dapat mengikuti mentoring dua hari dari P. Hasudungan Sirait yang berpengalaman 30 tahun dalam pelatihan menulis.

P. Hasudungan Sirait mengatakan dari pengalamannya menjadi mentor puluhan tahun, umur dan latar belakang pendidikan tidak menjadi hambatan untuk berbagi pengetahuan yang dimiliki seseorang ke publik melalui tulisan.

" Sesungguhnya menulis itu tidak sukar dan asyik kalau saja kita memanfaatkan betul bagian otak kita yang sangat kreatif yaitu otak kanan, " kata P. Hasudungan Sirait yang juga Kepala Sekolah Banking Journalist Academy (BJA), kolaborasi AJI dan Bank Permata.

Pada sesi hari pertama P. Hasudungan meminta peserta berlatih dengan asyik dengan memakai  bahasa yang akrab, tak mengedit, dan yang terpenting adalah prosesnya tak berhenti. 

"Tulis saja dulu apa yang melintas di pikiran. Lambat tap apa asal tak sempat berhenti. Jika macet boleh saja melenceng.  Seburuk  apa pun nanti tulisan itu pasti ada " berlian" di sana," kata Hasudungan.

Di hari kedua peserta diajak mengayakan tulisan dengan memanfaatkan hasil riset data. observasi, pengalaman menuangkan hasil wawancara, membuat struktur tulisan dengan memainkan pembuka, badan, penutup, dan  judul.

Komentar