Kamis, 01 Desember 2022 | 17:15
TRAVELLING

Gunung Rinjani Terbuka untuk Pendakian, 100 Persen Kuota dan 4 Hari 3 Malam

Gunung Rinjani Terbuka untuk Pendakian, 100 Persen Kuota dan 4 Hari 3 Malam
Gunung Rinjani (Istimewa)

ASKARA - Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) telah mengizinkan 700 wisatawan mendaki Gunung Rinjani di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). 

Jumlah kunjungan ini diizinkan tiap harinya atau 100 persen dari kuota, yang dimulai 27 Juli 2022.

"Sebelumnya jumlah pendaki hanya diizinkan 75 persen dari kuota, namun mulai hari ini, kami sudah menerapkan kuota sebesar 100 persen atau 700 orang pendaki setiap hari," kata Kepala BTNGR Dedy Asriady, Rabu (27/7). 

Dikatakan, ada enam jalur pendakian resmi dengan kuota yang berbeda, yakni jalur pendakian Senaru dan Torean di Kabupaten Lombok Utara, masing-masing kuotanya sebanyak 150 dan 100 orang per hari. 

Selain itu, jalur pendakian Aik Berik di Kabupaten Lombok Tengah sebanyak 100 orang per hari.

Sementara tiga jalur pendakian resmi ada di Kabupaten Lombok Timur, yakni jalur pendakian Sembalun dengan kuota sebanyak 150 orang. 

Selanjutnya, jalur pendakian Timbanuh, dan Tete Batu, masing-masing kuotanya 100 orang per hari.

"Saat ini masih ada enam jalur pendakian resmi, belum ada penambahan. Namun, ada rencana Pemerintah Kabupaten Lombok Barat membuka jalur pendakian baru, tetapi belum ada pembahasan teknis tentang jalur mana yang mau dipakai," ujarnya.

Selain menerapkan kuota jumlah pendaki sebesar 100 persen setiap hari, BTNGR juga mengizinkan para pendaki untuk berada di atas pegunungan selama empat hari tiga malam. 

Berbeda dengan saat pembatasan kuota sebesar 75 persen, para wisatawan hanya diperbolehkan melakukan pendakian selama tiga hari dua malam. 

Para wisatawan yang diperbolehkan melakukan pendakian tetap dilakukan pemeriksaan suhu tubuh oleh para petugas di pintu masuk pendakian. Namun, tidak wajib lagi menggunakan masker karena berada di alam terbuka. 

"Kami sudah menerapkan revisi standar operasional prosedur pendakian Gunung Rinjani, termasuk imbauan agar para pendaki membawa kembali sampahnya turun gunung," kata Dedy.(ant/jpnn)

Komentar