Selasa, 30 November 2021 | 12:48
COMMUNITY

Memanfaatkan Limbah Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi Bernilai Jual Tinggi

Memanfaatkan Limbah Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi Bernilai Jual Tinggi
Memanfaatkan limbah jelantah (Dok Erdianto Cahyono)

ASKARA - Populasi manusia melonjak pesat setiap harinya berjalan beriringan dengan meningkatnya kebutuhan manusia sebagai konsumen utama di berbagai sektor seperti pangan, sandang dan papan. 

Atas permintaan konsumen yang tinggi, dunia industri melakukan produksi besar yang kadang tidak memperhatikan limbah hasil produksi yang dibuang begitu saja tanpa diolah terlebih dahulu agar lebih ramah lingkungan.

Hal ini akan berpengaruh pada lingkungan, terutama sekitar wilayah produksi. Kebutuhan sehari-hari manusia juga menjadi salah satu penyumbang terbesar limbah di bumi, banyak masyarakat yang kurang sadar akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

Masyarakat Indonesia yang sejak dulu menyukai makanan dengan cara digoreng. Minyak goreng merupakan bahan yang digunakan untuk memasak makanan yang digunakan hingga 3 - 4 kali. Lebih dari itu tidak dianjurkan karena tidak baik untuk kesehatan.

Minyak goreng yang telah dipakai beberapa kali akan berubah warna dan aromanya akan berubah sesuai penggunaan sebelumnya.

Hal ini memicu konsumen untuk mengganti minyak tersebut dengan yang baru. Terkadang minyak goreng yang sudah tidak dipakai kembali langsung dibuang begitu saja yang memicu pencemaran lingkungan baik secara langsung maupun tidak langsung. 

Minyak goreng yang dibuang langsung ke saluran pembuangan akan mencemari saluran air dan akan mencemari sungai yang mengganggu ekosistem sekitar. Minyak goreng yang dibuang langsung ke tanah dapat menggumpal dan menutup pori-pori tanah sehingga tanah menjadi keras dan sulit menyerap air dan membuat tanah tidak subur.

Hal ini akan suatu saat nanti akan menimbulkan banjir jika pembuangan minyak jelantah dilakukan secara terus menerus ke tanah dan akan mencemari kualitas air sekitar.


 
Untuk mengurangi pencemaran lingkungan yang disebabkan minyak jelantah, salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan memanfaatkannya menjadi lilin aromaterapi. 

Upaya ini selain mengurangi pencemaran lingkungan dapat dijadikan salah satu kesempatan untuk memulai bisnis yang memiliki modal ekonomis namun memiliki nilai estetik yang tinggi. 

Dengan pengolahan yang tepat, ditambah pengemasan serta pemasaran yang baik dapat menjadi satu kesempatan di dunia bisnis.

Mahasiswa-mahasiswi program studi akuntansi Universitas Pamulang pun menggelar kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan tema "Pengurangan Limbah Rumah Tangga dengan Cara Memanfaatkan Minyak Goreng Bekas (Jelantah) menjadi Lilin Aromaterapi yang Memiliki Nilai Jual dan Estetik" di Yayasan Al-Kamilah Depok, Kelurahan Serua, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok, Jawa Barat, Minggu (24/10) lalu 

Kelompok Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Program Studi Akuntansi Universitas Pamulang yang terbagi menjadi 4 kelompok yang masing-masing kelompok diketuai oleh Erdiyanto Cahyono Wirawan, Desi Lusiana Marbun, Driska Andriyani dan Indri Apriani dibimbing langsung oleh Haryono selaku dosen Program Studi Akuntansi Universitas Pamulang bersama Yayasan Al - Kamilah Depok. Kegiatan PKM ini mendapat respon dengan baik oleh Yayasan Al-Kamilah Depok.(erdianto cahyono/unpam)

Komentar