Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:03
MILITER

Kendala Ini Jadi Halangan Denjaka Saat Evakuasi Sriwijaya Air SJ-182

Kendala Ini Jadi Halangan Denjaka Saat Evakuasi Sriwijaya Air SJ-182
Tim Penyelam Denjaka TNI AL (Dok Istimewa)

ASKARA - Tim penyelam TNI Angkatan Laut (AL) mengalami kendala saat mengevakuasi puing-puing pesawat Sriwijaya Air SJ-182. Arus di perairan Kepulauan Seribu dengan kedalaman 23 meter cukup kencang.

"Untuk kendala penyelaman yang pertama itu arus, kedua visibility (jarak pandang) lumayan," kata anggota tim penyelam TNI Angkatan Laut, Denjaka Setu Marinir Fuad, Senin (11/1). 
 
Dikatakan Fuad, jarak pandang saat penyelaman dapat mencapai lima meter pada Minggu pagi (10/1). Jarak pandang terus berkurang jelang sore hari.

"Siang hari jelang sore, visibility berkurang menjadi tiga meter itu yang menjadi kendala kami dalam melaksanakan penyelaman," ujarnya.

Fuad mengatakan, tim penyelam TNI AL menemukan banyak serpihan-serpihan puing pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang berserakan di dasar laut. Pihaknya hanya bisa mengangkut puing-puing pesawat berukuran kecil.
 
"Dan posisinya (puing-puing pesawat) itu ada yang bergerombol ada yang berpisah," kata dia.

Pesawat Sriwijaya Air rute Jakarta-Pontianak dengan nomor penerbangan SJY-182 dinyatakan hilang kontak, Sabtu (9/1) sore. 

Dalam aplikasi flightradar24 tertulis, status pesawat tidak diketahui.

Masih dalam aplikasi flightradar24, pesawat tertulis terbang dari Bandara Soekarno-Hatta sekitar pukul 14.36 WIB. Pesawat dijadwalkan tiba sekitar pukul 15.15 WIB di Pontianak.

Mengacu catatan terbang di flightradar24, pesawat tak terpantau setelah lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta. Tepatnya ketika berada di atas perairan Kepulauan Seribu. 

Masih mengacu catatan terbang di flightradar24, pesawat sempat mencapai ketinggian 10.900 kaki di perairan Kepulauan Seribu. Ketika itu, kecepatan pesawat tercatat 287 knots. 

Namun, kecepatan pesawat menurun setelah mencapai ketinggian 10.900 kaki. Tercatat, kecepatan pesawat menurun ke 224 knots saat ketinggian 8.950 kaki.

Tidak lama kemudian, kecepatan pesawat SJ-182 terus menurun ke 115 knots dengan ketinggian 5.400 kaki. Berselang setelah itu, ketinggian pesawat langsung turun hingga 250 kaki. 

Total, pesawat tersebut mengangkut 62 orang di antaranya 12 kru pesawat dan 50 penumpang. 50 penumpang itu terdiri dari 40 penumpang dewasa, tujuh anak-anak dan tiga bayi.

Komentar