Rabu, 17 Juni 2026 | 19:54

PUPR Catat Realisasi Belanja Infrastruktur 68 Persen

PUPR Catat Realisasi Belanja Infrastruktur 68 Persen
Jalan Tol Manado-Bitung. (Dok. Kementerian PUPR)

ASKARA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mencatat realisasi anggaran belanja infrastruktur hingga 1 November 2020 mencapai 68 persen.

"Pada masa pandemi Covid-19 ini pertumbuhan ekonomi mengalami penurunan akibat turunnya investasi, demikian juga ekspor impor. Sehingga untuk menunjang pertumbuhan ekonomi, pemerintah mengandalkan belanja APBN untuk pembangunan infrastruktur," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam keterangan tertulis, Rabu (4/11).

Kementerian PUPR terus melanjutkan program kerja melalui belanja infrastruktur seperti pembangunan dan pemeliharaan bendungan, irigasi, jalan, jembatan, sanitasi, sistem air minum, penataan kawasan, infrastruktur di kawasan strategis pariwisata, rumah MBR dalam rangka meningkatkan daya saing sekaligus menjadi stimulus bagi sektor riil untuk tetap bertahan dan tumbuh pada masa pandemi Covid-19.

Tercatat hingga 1 November, dari total pagu anggaran tahun 2020 sebesar Rp 87,76 triliun telah terealisasi penyerapan anggaran program sebesar Rp 59,47 triliun atau 68 persen.

Total anggaran tahun 2020 sebesar Rp 87,76 triliun terdiri dari program reguler Rp 75,44 triliun dan program pembangunan infrastruktur dengan skema Padat Karya Tunai (PKT) melalui 16 program dengan anggaran Rp 12,32 triliun. Program tersebut di antaranya untuk pembangunan irigasi kecil, sanitasi, jalan produksi, dan rumah swadaya.

Khusus untuk program PKT dengan target penerima manfaat 638.990 orang, hingga awal November realisasi PKT telah mencapai Rp 10,80 triliun atau 87,7 persen dengan jumlah tenaga kerja yang telah terserap sebanyak 630.990 orang atau sekitar 98,7 persen.

Di samping itu juga dialokasikan anggaran sebesar Rp 1,36 triliun untuk mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) berupa perluasan Program Padat Karya berupa revitalisasi saluran drainase jalan nasional sepanjang 5000 kilometer dengan anggaran Rp 1 triliun.

Kemudian untuk pembelian produk rakyat berupa material tambalan cepat mantap (CPHMA) sebanyak 100.000 ton sebesar Rp 200 miliar, modular RISHA (Rumah Instan Sederhana Sehat) sebanyak 5495 unit senilai Rp 125,6 miliar, Modular RUSPIN (Rumah Unggul Sistem Panel Instan) 272 unit senilai Rp 5 miliar, kemudian pembelian produk rakyat seperti Big Gun Sprinkler, Tandon Air dan Biodegester.

Selain itu, untuk mendukung peningkatan konektivitas, dialokasikan anggaran untuk pembelian karet petani sebanyak 11.338 ton senilai Rp 120 miliar dan pembelian Resin Ester 790,42 ton sebesar Rp 25 miliar. Hingga saat ini total realisasi penyerapan untuk pembelian produk rakyat adalah 57,7 persen senilai Rp 281 miliar dari total pagu Rp 487,8 miliar.

Komentar