Kamis, 22 Oktober 2020 | 14:25
TRAVELLING

Kebun Teh Kayu Aro, Keindahan yang Menyimpan Kisah Kelam

Kebun Teh Kayu Aro, Keindahan yang Menyimpan Kisah Kelam
Kebun Teh Kayu Aro. (IG/matt_rcloud)

ASKARA - Jambi menyimpan keindahan alam yang tidak terduga. Banyak wisatawan yang dibuat kagum akan pesonanya. 

Indonesia harus bangga karena di kota inilah terdapat wisata bersejarah dan terkenal di mata dunia yaitu Kebun Teh Kayu Aro. Menjadi salah satu dari kebun teh terluas dan tertinggi di dunia, ternyata tempat ini menyimpan sejarah yang kelam.

Sejarah Kebun Teh Kayu Aro

Terletak di dataran tinggi lereng Gunung Kerinci, Kecamatan Kayu Aro kebun teh ini memiliki sejarah yang kelam. Awalnya kawasan ini merupakan hutan biasa lalu disulap menjadi kebun teh oleh salah satu perusahaan Belanda yaitu Namlodee Venotchaat Handle Verininging pada tahun 1925 hingga 1928. Dalam proses pengerjaannya melibatkan ratusan pekerja paksa dari Pulau Jawa.

Dalam hal ini penjajah Belanda kala itu melakukan hal kejam sehingga tak sedikit dari pekerja pribumi yang meninggal. Dalam perkembangannya, perkebunan ini banyak mengalami perubahan status dan manajemen. Saat ini Kebun Teh Kayu Aro dikelola oleh PT Perkebunan Nusantara VI.

Menjadi Sajian Favorit Para Ratu

Telah ada sejak zaman Belanda, hasil teh dari kebun Kayu Aro ini menjadi salah satu yang terbaik di dunia, terutama di Indonesia. Kebun teh ini menghasilkan Teh Ortodox atau nama lainnya teh hitam. Teh hitam ini sebenarnya berasal dari negara India. Dulu, para ratu Belanda dan Inggris seperti Ratu Wilhelmina, Ratu Juliana hingga Ratu Beatrix menjadikan Teh Ortodox sebagai sajian favorit dikarenakan memiliki cita rasa dan aroma yang lebih pekat.

Lahan Terluas dan Instagenic

Selain menjadi salah satu penghasil teh terbaik dunia, Kebun Teh Kayu Aro memiliki pesona lain yang tak kalah menarik. Kebun teh ini merupakan yang terluas dan tertinggi di dunia karena berdiri di atas lahan seluas 3020 hektare dengan ketinggian mencapai 1600 mdpl serta menjadi yang tertua di Indonesia. Telah diresmikan menjadi destinasi wisata, pengunjung yang datang dapat menikmati hamparan kebun teh yang hijau serta udara yang sejuk. Wisatawan juga dapat berfoto-foto karena latar belakang yang cantik.

Menghasilkan 5500 Ton

Dalam proses pembuatan teh tentu ada beberapa hal yang diperhatikan agar tetap terjaga kualitasnya. Beberapa prosedur tersebut adalah pihak pabrik tidak memperbolehkan pegawainya untuk menggunakan kosmetik untuk menjaga kualitas. Bagi pengunjung yang ingin melihat proses pembuatan teh juga harus membuat izin terlebih dahulu karena tidak sembarangan orang bisa masuk agar aroma teh tidak tercemar. Dalam satu tahun, kebun teh ini menghasilkan sebanyak 5500 ton teh dan diekspor ke berbagai negara seperti Eropa, Rusia, Timur Tengah, Amerika Serikat, Asia Tengah, Pakistan, dan Asia Tenggara.

Itulah beberapa hal menarik tentang Kebun Teh Kayu Aro di Jambi. Pencinta teh wajib berkunjung dan menyaksikan sendiri proses pengolahannya. Bagaimana, tertarik untuk berfoto-foto dan belajar di kebun ini? (travelingyuk)

Komentar