Senin, 26 September 2022 | 09:43
NEWS

Hati-Hati, Lima Gunung ini Paling Aktif di Indonesia

Hati-Hati, Lima Gunung ini Paling Aktif di Indonesia
Gunung Berapi Semeru (Dok Onaria Fransiska)

ASKARA - Indonesia merupakan negara tropis yang diliputi oleh hutan hujan lebat dan tanah yang subur. Indonesia juga memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi, tanahnya yang subur memungkinkan semua jenis tumbuhan hidup dan berkembang. Semua itu tak terlepas dari banyaknya jumlah gunung berapi di Indonesia. 

Kenapa Indonesia banyak Gunung berapi karena dilintasi oleh dua jalur pegunungan muda, yakni Sirkum Pasifik dan Sirkum Mediterania. Sirkum Pasifik membentang di Samudera Pasifik, mulai dari Pegunungan Andes di Amerika Selatan, Kepulauan Jepang, Pulau Papua, hingga Selandia Baru. Sedangkan Sirkum Mediterania dimulai dari Afrika Utara, Eropa Selatan, melewati Asia Barat, Kepulauan Andaman, dan Indonesia.

Selain itu, wilayah geografis Indonesia yang berada di jalur pertemuan dua lempeng benua membuatnya banyak memiliki banyak gunung berapi. Dua lempeng tersebut yaitu Lempeng Benua Asia di bagian barat, dan Lempeng Benua Australia di bagian timur. Yang terjadi pada Indonesia, dua lempeng tersebut saling bertumbukan dan menciptakan proses tektonik. Lempeng tektonik yang terus menghunjam ke bawah hingga mencapai titik suhu dan tekanan tinggi akan memicu magma naik ke permukaan dan membentuk deretan gunung berapi.

Mengacu data dari PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi) ada sekitar 127 gunung aktif di Indonesia dan dari semua itu inilah daftar 5 gunung paling aktif:

1. Gunung Merapi

Gunung Merapi terletak di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Yogyakarta. Gunung ini merupakan salah satu gunung berapi yang paling aktif di Indonesia. Gunung dengan ketinggian 2.968 meter di atas permukaan laut ini, telah aktif sejak kurun waktu 10.000 tahun yang lalu dan selalu dipantau hingga saat ini. Gunung Merapi terakhir mengalami letusan dahsyat pada tahun 2010 hingga membuat lumpuh kota Yogyakarta dan sekitarnya selama berhari-hari, akibat debu vulkanik yang menyelimuti seluruh kota.

2. Gunung Kelud

Gunung Kelud terletak di perbatasan antara Kabupaten Kediri, Kabupaten Blitar, dan Kabupaten Malang, Jawa Timur. Letusan hebat Gunung Kelud bahkan tercatat dalam kitab Negarakertagama karangan Mpu Prapanca pada tahun 1334. Tercatat, Gunung Kelud pernah meletus pada tahun 1919, 1951, 1966, 1990, 2007, dan 2010. Letusan yang terjadi pada 3 November 2007 silam, berlangsung selama seminggu, disertai muntahan material vulkanik berupa air panas mendidih, lahar, asap, abu, dan pasir.
Bahkan, pada letusan dahsyat terakhir tanggal 3 Februari 2014 lalu, hujan abu vulkanik tebal dapat terasa hingga wilayah Solo dan Yogyakarta.

3. Gunung Sinabung

Gunung setinggi 2.451 meter di atas permukaan laut ini, terletak di Dataran Tinggi Karo, Sumatra Utara. Sinabung adalah gunung yang telah tertidur selama 400 tahun dan kembali aktif pada tahun 2010, lalu mulai meletus pada tahun 2013. Tercatat, sejak tanggal 2 Juni 2015, Gunung Sinabung berstatus Waspada dan masih mengeluarkan letusan hingga Februari 2018 lalu.

4. Gunung Bromo

Gunung Bromo menjadi salah satu gunung berapi yang banyak dikunjungi wisatawan karena kecantikan pemandangannya. Gunung yang terletak di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Jawa Timur ini, memiliki keindahan alam berupa lanskap lembah dan ngarai dengan kaldera atau lautan pasir seluas 10 kilometer persegi.
Letusan Gunung Bromo terakhir terjadi pada 10 Januari 2016 lalu ketika Gunung Bromo mengeluarkan 11 kali letusan eksplosif disertai gempa vulkanik.

5. Gunung Soputan

Gunung Soputan yang terletak di Kabupaten Minahasa Tenggara, Provinsi Sulawesi Utara, terakhir meletus pada, 3 Oktober 2018 lalu. Letusan tersebut telah memuntahkan abu vulkanik setinggi 4.000 meter. Tercatat, gunung berapi ini pernah meletus pada tahun 1907, 1908, 1909, 1910, 1911,1912 dan 1913. Letusan Gunung Soputan yang paling dahsyat terjadi pada tahun 1982 silam, di mana debu panas disertai api mencapai ketinggian 4.000 meter, sehingga menyebabkan hujan abu vulkanik dengan ketebalan 30 sentimeter dan menutupi rumah warga.

Komentar