Selasa, 30 November 2021 | 14:11
NEWS

Pernyataan Luhut Dibantah Siti Fadilah Supari, Sebut Tak Ada Kajian PPKM Level 3 Nataru

Pernyataan Luhut Dibantah Siti Fadilah Supari, Sebut Tak Ada Kajian PPKM Level 3 Nataru
Siti Fadilah Supari (Dok tangkapan layar Youtube)

ASKARA - Mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari menyebut kebijakan pemerintah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 untuk Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru) tidak berdasarkan kajian ilmiah.

"Kemungkinan, tidak ada yang meneliti. Semuanya serba tidak diteliti, tapi kemudian ada statement yang sangat mengagetkan. Desember akan terjadi lonjakan karena ada Natal dan tahun baru. Wah, itu sepertinya sudah dari hasil penelitian," kata Siti Fadilah Supari saat diwawancarai Karni Ilyas di Youtube dikutip Kamis (25/11). 

Menurut Siti Fadilah, tidak ada hasil penelitian apapun hingga diambil kebijakan tersebut.

"Kembali ke (PPKM) level 3, konsekuensinya cukup berat untuk ekonomi rakyat. Kalau untuk elite, ekonominya masih lancar. Tapi kalau rakyat yang buka restoran, toko-toko di mal, warung, mau berdiri (bangkit) sudah dibatasi lagi," ujarnya.

Siti Fadilah berpandangan, pemerintah perlu membuat perhitungan saat kasus Covid-19 meledak seperti bulan Juli 2021, sehingga diperlukan ambil langkah antisipasinya. Seperti memperkuat persediaan oksigen hingga kematiannya jangan sampai meledak.

"Inilah yang harus dipersiapkan pemerintah. Bukannya menekan rakyat lagi untuk level 3. Itu konsekuensinya cukup berat. Karena yang baru recovery belum berdiri tegak, sudah ditebang lagi," imbuhnya.

Sebelumnya, Menko Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menyebut, penerapan PPKM level 3 yang mulai diberlakukan 24 Desember 2021-2 Januari 2022 berdasarkan kajian yang matang.

"Jadi jangan dikatakan bolak-balik (berubah). Tidak sama sekali. Jadi saya sampaikan, proses pengambilan keputusan itu sudah science and art. Data dan kemudian bagaimana kita membaca data itu," katanya dalam keterangan pers di akun Youtube Sekretariat Presiden.

Berdasarkan data ilmiah itu, pemerintah sudah cukup percaya diri mengeluarkan kebijakan PPKM level 3.

"Kami sangat confidence, jernih melihat ini. Varian Delta AY ini 15 persen lebih ganas dari pada Delata Varian sekarang. Kalau ada di antara keluarganya yang pengen kena (Covid-19)lagi silakan leha-leha, tapi saya tidak mau," ucapnya.

Komentar