Kamis, 22 April 2021 | 04:28
INFRASTRUKTUR

Kementerian PUPR Gerak Cepat Bantu Penanganan Bencana di NTT dan NTB

Kementerian PUPR Gerak Cepat Bantu Penanganan Bencana di NTT dan NTB
Banjir bandang di NTT. (Dok. BNPB)

ASKARA - Presiden Joko Widodo meminta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bergerak cepat membantu penanganan pada sejumlah wilayah yang mengalami bencana banjir di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat.

Arahan tersebut disampaikan pada Rapat Terbatas Penanganan Bencana di Provinsi NTB dan NTT pada Selasa (6/4).

"Saya minta menteri PUPR mengerahkan alat-alat berat dari berbagai tempat. Jika jalur darat masih sulit ditembus percepat pembukaan akses melalui laut dan udara. Saya juga minta untuk mempercepat perbaikan infrastruktur yang rusak. Saya lihat ada beberapa jembatan yang rubuh, akses jalan juga dipulihkan agar logistik dan bahan bakar bisa segera disalurkan," kata Presiden Jokowi. 

Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Teknologi, Industri dan Lingkungan Endra S. Atmawidjaja mengatakan, Kementerian PUPR telah mengerahkan sumber daya yang tersedia, alat berat dan personel yang berada di kantor-kantor balai di NTB dan NTT.

"Kami juga akan didukung oleh mitra kerja yang sedang bekerja di proyek-proyek infrastruktur terdekat," ujarnya.

Untuk mempercepat upaya tanggap darurat, Kementerian PUPR juga tengah mobilisasi alat berat ke Kabupaten Flores Timur berupa dua unit excavator, satu unit mini excavator, lima dump truck, satu unit loader, satu unit grader, satu unit water tank dan dua unit vibratory roller. 

Sementara pengiriman alat berat ke Kabupaten Lembata berupa tiga unit excavator, satu unit loader, 15 unit dump truck dan satu unit motor grader. 

Di samping itu, untuk distribusi kebutuhan dasar seperti air bersih dan sanitasi, Kementerian PUPR juga mengirimkan bantuan yang meliputi tangki air, hidran umum, mobile toilet dan tenda darurat.

Adapun, penanganan tanggap darurat yang dilakukan yakni mobilisasi enam mobil tangki air, pembersihan sedimentasi dan material bawaan banjir pada jalan dan jembatan serta inventarisasi kerusakan. Sementara penanganan tindak lanjut dengan normalisasi dan perkuatan tebing sungai yang rusak. (jpnn)

Komentar