Senin, 13 Juli 2020 | 05:40
NEWS

Inflasi Juni 2020 Sebesar 0,18 Persen

Inflasi Juni 2020 Sebesar 0,18 Persen
Ilustrasi Inflasi. (Shutterstock)

ASKARA - Akibat Covid-19, Inflasi pada bulan Juni 2020 mencapai sebesar 0,18 persen. Nilai tersebut tergolong cukup rendah, terlebih jika dibandingkan Juni 2019 sebesar 1,96 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suhariyanto mengatakan, inflasi tahun ini dipengaruhi pandemi Covid-19.

"Tahun-tahun sebelumnya Ramadan dan Lebaran selalu jadi puncak inflasi kemudian turun sesudahnya. Tapi tidak terjadi pada tahun ini karena situasi tidak biasa, ada pandemi," ujarnya Suhariyanto, Rabu (1/7).

Inflasi yang tersebar di sejumlah wilayah dalam periode Juni adalah di Kendari dengan 1,33 persen, kemudian yang terendah Makassar 0,01 persen, deflasi tertinggi adalah Ternate -0,34 persen, dan deflasi terendah di Padangsidimpuan -0,02 persen.

Sementara itu, menurut kelompok pengeluarannya adalah makanan dan minuman serta tembakau yang mengalami inflasi tertinggi 0,47 persen dengan andil 0,12 persen. Lebih detail, Suhariyanto mengatakan didominasi dari kenaikan daging ayam ras.

"Pergerakan harga daging ayam ras selama Juni mengalami kenaikan dan kenaikannya terjadi di 86 kota IHK. Kenaikan tertinggi terjadi di Sitoli, 41 persen dan Lhokseumawe naik 37 persen. Sehingga pada bulan ini, daging ayam ras menjadi penyumbang utama untuk inflasi pada Juni 2020," jelasnya.

Masing-masing daging ayam mengambil andil pada pada inflasi 0,14 persen. Kedua, telur ayam ras, 0,04 persen.

Komentar