Senin, 13 Juli 2020 | 04:41
NEWS

Mahfud MD: Polisi dan Tentara Berhenti Setengah Jam, Negara Bisa Bubar

Mahfud MD: Polisi dan Tentara Berhenti Setengah Jam, Negara Bisa Bubar
Mahfud MD merayakan Hari Bhayangkara di Kantor Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat (Dok Kemenkopolhukam)

ASKARA - Menteri Koordinator Politik Hukum dan Kemananan (Menko Polhukam) Mahfud MD menilai, citra Polri semakin baik di hari jadi ke-74 tahun 2020. Namun begitu, Mahfud meminta Polri untuk tetap terbuka terhadap kritik. 

"Polri harus terus menerus terbuka terhadap kritik, masyarakat juga jangan segan memberikan masukan dan kritik pada polisi," ujar Mahfud sebelum melakukan pemotongan tumpeng dalam rangka Hari Ulang Tahun Bhayangkara ke-74 di kantor Kemenko Polhukam, Rabu (1/7). 

Tumpeng tersebut merupakan kiriman dari Kapolri Idham Azis kepada Mahfud, yang kemudian Mahfud pun membuat acara sederhana bersama dengan para pejabat utama Kantor Kemenko Polhukam. 

Mantan Menteri Pertahanan itu kemudian memberikan tumpeng kepada dua Bintara Polri yang bertugas di Kemenko Polhukam, Brigadir Iman Nurjaman dan Bripda Agustina Pawestru. Tumpeng juga diberikan kepada Irjen Pol. Widiyanto Poesoko, staf ahli Kemenko Polhukam.

"Bayangkan kalau satu negara polisi dan tentaranya terhenti selama setengah jam saja, negara bisa bubar. Tidak ada yang mengamankan, maka orang bisa bertindak brutal, kriminal berat dan tindakan teror lainnya," ujar Mahfud. 

Di sisi lain, Mahfud juga mengajak masyarakat untuk tetap memberikan kritik yang konstruktif terhadap peran kepolisian, agar fungsi dan keberadaannya semakin baik. 

"Bahwa harus diperbaiki itu iya. Tetapi Polri sendiri harus pada komitmen sebagai abdi negara dan abdi bangsa yang siap menjaga NKRI, sekali lagi, keluarga besar Kemenko Polhukam mengucapkan selamat Hari Bhayangkara ke-74 kepada keluarga besar Kepolisian Republik Indonesia. Mudah-mudahan terus meningkatkan pengabdian kepada nusa dan bangsa," pungkas Mahfud MD.

Komentar