Senin, 30 Maret 2020 | 16:05
COMMUNITY

Anthem You’ll Never Walk Alone Milik Liverpool Dukung Dunia Hadapi Corona

Anthem You’ll Never Walk Alone Milik Liverpool Dukung Dunia Hadapi Corona
Liverpool (Istimewa)

ASKARA - Hampir seratus orang pendukung Liverpool asal Indonesia membuat video klip sebagai bentuk dukungan kepada para petugas medis, korban, serta semua pihak yang sedang bersama melawan persebaran virus corona atau Covid-19 di seluruh dunia.

Para pendukung The Reds -julukan Liverpool- itu datang dari berbagai elemen masyarakat. Seperti Clinical Sexologist Zoya Amirin dengan mengenakan jersey Liverpool mengajak masyarakat berjuang bersama menghadapi virus corona. 

"Dunia sedang menangis, bersedih. Tapi kita harus kuat berjuang bersama. Keep fighting till the end. You'll Never Walk Alone," ucapnya dalam video di tautan Youtube, Kamis (26/3).

Ketua Paguyuban Suporter Timnas Indonesia (PSTI), Ignatius Indro menuturkan, ide itu tercetus dari sesama pendukung Liverpool yang berada di luar negeri. Untuk menyanyikan anthem tim sepak bola kesukaanya. 

"Awalnya ada ide dari kawan kami di Rusia, lalu kami ajak rekan-rekan dalam Grup WhatsApp untuk menyumbangkan video sederhananya bernyanyi You’ll Never Walk Alone. Tak disangka, dalam waktu tiga hari bisa masuk 96 video," kata Ignatius Indro. 

Menurutnya, lirik You’ll Never Walk Alone (YNWA) sebagai nyanyian kebesaran para pendukung Liverpool diyakini mampu menguatkan semua pihak saat bencana pandemi ini melanda. 

"Lirik YNWA sangat pas. Mengajarkan optimisme bahwa kita harus tegar menghadapi badai ujian ini. Bahwa di akhir semua ini akan ada pelangi dan tawa kemenangan,” tuturnya. 

Untuk itu, masyarakat harus bersama bergandeng tangan bersama menghadapi masalah besar yang dialami umat manusia saat ini.

"Walk on, walk on, with hope in your heart, and you'll never walk alone. Tetap berjalan dengan harapan di hati. Kita semua tak berjalan sendiri," kata dia.

Beberapa nama yang menjadi kontributor gerakan ini antara lain anggota BPK Achsanul Qosasi, anggota Ombudsman Alvin Lie, anggota DPR Rahmad Handoyo, komisioner KPU Ilham Saputra, komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara. 

Ikut pula, komentator M.Kusnaeni dan Hardimen Koto, seksolog Zoya Amirin, praktisi legal Yeni Fatmawati, penyanyi Ari Lasso, sutradara film Andibachtiar Yusuf dan analis politik Hendri Satrio.

"Kami berharap, sumbangsih kecil ini dapat memberi semangat kepada dunia bahwa kita akan mampu mengatasi masalah besar ini secara bersama-sama," cetus Achsanul Qosasi, salah seorang kontributor gerakan ini. 

"Dengan optimistis dan bergandeng tangan saling menguatkan, kita percaya akan melihat cahaya di ujung kegelapan," tambahnya. 

Para pengisi suara dan tampilan di klip berdurasi sekitar 6 menit ini berasal dari beragam lokasi dan profesi. Di Indonesia mereka mengambil gambar dari Banda Aceh, Kendari, Kupang, hingga Intan Jaya di Papua. Ada juga kontributor dari Sheffield di Inggris, Moskow di Rusia dan Seattle di Amerika Serikat.

 

Komentar