Senin, 30 Maret 2020 | 16:13
NEWS

Paus Ajak Umat Kristen Doa Bapa Kami Pada 25 Maret

Paus Ajak Umat Kristen Doa Bapa Kami Pada 25 Maret
Paus Fransiskus memandangi ST Peters Square, Vatikan yang sepi dari aktivitas manusia.

ASKARA - Paus Fransiskus telah meminta umat Kristen di seluruh dunia untuk bersatu dalam doa Bapa Kami pada siang hari Rabu lusa (25/3) sebagai tanggapan terhadap pandemi virus corona (Covid-19).

"Pada masa-masa pencobaan ini, sementara umat manusia ketakutan karena ancaman pandemi, saya ingin mengusulkan kepada semua orang Kristen untuk menyatukan suara mereka ke surga," kata Paus Fransiskus seperti dimuat laman Catholic News Agency, Minggu (22/3).

Paus Fransiskus mengundang para pemimpin dari semua komunitas Kristen bersama-sama dengan seluruh umat Kristen dari berbagai aliran untuk memohon kepada Yang Maha Tinggi, Yang Maha Kuasa sambil secara bersamaan melafalkan doa yang diajarkan Tuhan Yesus.

"Dua puluh lima Maret adalah Hari Raya Pemberitaan, tanggal ketika banyak orang Kristen mengingat pengumuman Malaikat Jibril kepada Perawan Maria dari Inkarnasi Sabda," ujar Paus setelah doa Angelus di Vatikan.

Paus berharap, Tuhan mendengar doa dengan suara bulat dari semua muridnya yang bersiap untuk merayakan kemenangan Kristus Yang Bangkit.

Johns Hopkins University mencatat, lebih dari 311.900 orang telah terpapar Covid-19 per 22 Maret. Penyakit pernapasan yang berasal dari Wuhan, Tiongkok ini telah menyebar ke 157 negara dan menyebabkan kematian 13.407 orang di seluruh dunia.

Paus Fransiskus mengumumkan pada hari Minggu kemarin bahwa ia juga akan memimpin doa bersama dengan Adorasi Ekaristi di Lapangan St. Peter yang kosong pada Jumat 27 Maret pukul enam sore di Roma. Di mana dia akan memberikan berkat Urbi et Orbi yang biasanya diberikan pada perayaan Natal, Paskah atau acara-acara khusus lainnya.

Paus Fransiskus mengundang semua umat Katolik untuk berpartisipasi secara spiritual melalui media dan mencatat bahwa semua yang bergabung dalam doa ini akan memiliki kemungkinan menerima pleno indulgensi jika mereka memenuhi kewajiban yang ditetapkan dalam dekrit yang dikeluarkan pada 20 Maret.

Lembaga Apostolik Vatikan telah memberikan pengampunan bagi orang-orang yang berdoa untuk mengakhiri pandemi, menyembuhkan orang sakit, dan istirahat abadi bagi yang meninggal dunia. Indulgensi paripurna mengirimkan semua hukuman sementara karena dosa harus disertai dengan pelepasan penuh dari dosa. Dalam hal ini, orang tersebut juga harus memenuhi syarat, yaitu pengakuan sakramental, penerimaan Ekaristi, dan doa.

Untuk menerima indulgensi, seseorang setidaknya melakukan setengah jam pemujaan di hadapan Sakramen Mahakudus atau setengah jam doa dengan bacaan suci atau pembacaan rosario atau piala belas kasih ilahi untuk memohon kepada Tuhan Yang Maha Kuasa mengakhiri epidemi, kelegaan bagi mereka yang menderita, dan keselamatan kekal bagi mereka yang dipanggil Tuhan, dan juga untuk dirinya sendiri.

"Kami ingin menanggapi pandemi virus dengan universalitas doa, kasih sayang, kelembutan. Mari kita tetap bersatu," kata Paus Fransiskus dalam siaran Angelus-nya pada Minggu (22/3).

Paus Fransiskus mengingatkan orang untuk berdoa bagi orang yang kesepian, para lansia, dokter, perawat, dan petugas layanan kesehatan, Paus mengatakan juga penting untuk berdoa bagi otoritas pemerintah dan polisi yang berusaha menjaga ketertiban.

Paus Fransiskus mengatakan dirinya ingin semua umat Katolik meluangkan waktu untuk merenungkan pembacaan Injil hari Minggu dari bab sembilan dari Injil Yohanes.

"Inti dari liturgi hari Minggu Prapaskah yang ke empat ini adalah tema terang. Injil menceritakan episode orang buta sejak lahir kepada siapa Yesus melihatnya. Tanda ajaib ini adalah konfirmasi klaim Yesus tentang dirinya 'Aku adalah terang dunia, cahaya yang menerangi kegelapan kita'," jelasnya.

Penyembuhan pengemis adalah metafora untuk pembebasan dari dosa yang ditawarkan Kristus.

"Dosa seperti selubung gelap yang menutupi wajah kita dan mencegah kita melihat diri kita sendiri dan dunia dengan jelas. Pengampunan Tuhan menghilangkan tabir bayangan dan kegelapan ini, dan memberi kita terang baru. Masa Prapaskah yang kita jalani adalah waktu yang tepat dan berharga untuk mendekati Tuhan, meminta belas kasihan-Nya, dalam berbagai bentuk yang ditawarkan Gereja Induk kepada kita," kata Paus Fransiskus.

Paus Fransiskus juga berdoa kepada Bunda Maria agar membantu umatnya sehingga dapat dibanjiri dengan cahaya Kristus dan berjalan bersama-Nya di jalan keselamatan. 

Komentar