Senin, 13 Juli 2020 | 05:00
NEWS

Pemda Jangan Diskriminatif dalam Pencegahan Covid-19

Pemda Jangan Diskriminatif dalam Pencegahan Covid-19
Ilustrasi penyebaran virus corona. (Republika)

ASKARA - Meski peserta didik saat ini harus belajar dari rumah akibat adanya virus corona (Covid-19), berbeda dengan tenaga pengajar yang masih harus pergi ke sekolah. 

Padahal pemerintah sudah menyampaikan untuk bekerja di rumah dan menjaga diri ke luar. 

Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) menerima banyak keluhan dari para guru mengenai hal itu. Walau surat edarannya baru dibuat Dinas Pendidikan DKI Jakarta pada hari ini (Selasa, 17/3) dengan nomor 30/SE/2020 tentang Work From Home sebagai kepastian kerja bagi guru baik sekolah negeri maupun swasta.

Sehingga hal ini perlu disuarakan untuk pemda yang belum memberikan kepastian kerja kepada para guru dan tenaga kependidikan. Mengingat Covid-19 sebagai pandemi global dan bencana nasional. 

"Pemda-pemda harusnya memahami perlindungan guru. Jangan sampai pemda berlaku diskriminatif terhadap profesi guru," ujar Wakil Sekjen FSGI Satriwan Salim kepada media.

Termasuk kebijakan UNBK bagi SMK yang masih berlangsung hingga hari ini. Siswa dan guru pengawas UNBK SMK tetap masuk ke sekolah. 

"Ini kebijakan yang berbahaya bagi kesehatan siswa dan guru," kata Satriwan. 

Di beberapa daerah seperti Tasikmalaya, Garut, Indramayu, Karawang, Medan, dan Nusa Tenggara Barat, surat edaran yang dibuat pemda hanya fokus kepada siswa untuk pembelajaran home learning. Namun belum fokus untuk guru agar bekerja di rumah (work from home) seperti kebijakan yang dikeluarkan Dinas Pendidikan DKI Jakarta.

Maka itu, FSGI meminta pemda agar memberikan kepastian kerja kepada guru baik sekolah negeri maupun swasta dalam bentuk surat edaran work from home yang menjadi pedoman dalam ikatan pekerjaannya sebagai pendidik dan para guru untuk mengelola pembelajaran secara daring dari rumah. 

"Para guru bisa memanfaatkan web e-learning sekolah, manfaatkan kanal pembelajaran daring Kemdikbud atau kanal-kanal swasta lainnya seperti Ruang Guru," tutur Satriwan. 

Para orang tua dan guru harus bersama memantau proses pembelajaran di rumah. Mengecek juga apakah gurunya memberikan tugas atau tidak, apakah anak mengerjakan tugas daring dari gurunya atau tidak. 

"Para orang tua diharapkan jangan membawa anak-anak pergi liburan atau wisata karena ini berpotensi membahayakan kesehatan mereka," demikian Satriwan. 

Komentar